BUMI Perluas Diversifikasi Mineral, Obligasi dan Akuisisi Jadi Katalis 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjalankan transformasi strategis dari emiten batu bara menuju pemain mineral global melalui penerbitan obligasi, akuisisi aset tambang, diversifikasi usaha, dan reorganisasi neraca sepanjang 2025.
BUMI menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I senilai Rp 350 miliar sebagai bagian dari program penawaran umum berkelanjutan hingga Rp 5 triliun dengan kupon 7–9,5% per tahun untuk mendukung ekspansi aset mineral di Australia.
Baca Juga
Ikut Jejak CIC, Investor Global Ini Lepas Saham Bumi Resources (BUMI) Rp 6,91 Triliun
Perseroan juga bersiap menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 senilai Rp 612,75 miliar dengan bunga tetap 7,25% dan tenor 3 tahun. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 20 Mei 2026.
Aksi korporasi terbesar BUMI adalah akuisisi penuh 99,68–100% saham Wolfram Limited (Australia), perusahaan tambang emas dan tembaga yang memperkuat portofolio mineral strategis. Selain itu, BUMI menargetkan penguasaan mayoritas 65% di Jubilee Metals Limited dan menjajaki akuisisi PT Laman Mining (bauksit).
Sejalan agenda transformasi, BUMI terus mengejar kuasi reorganisasi guna menghapus saldo rugi agar terbuka peluang pembagian dividen di masa mendatang.
Baca Juga
IHSG Melemah 1,37% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tergerus Rp 268 Triliun
Secara operasional, pendapatan konsolidasi hingga kuartal III-2025 naik 11,9% menjadi US$ 1,03 miliar. Namun laba bersih anjlok 76,1% menjadi US$ 29,4 juta akibat penurunan harga batu bara global serta peningkatan biaya operasional dan pajak. Margin usaha meningkat menjadi 8,1% dari 2,7% terdorong efisiensi biaya.
Volume produksi batu bara mencapai sekitar 54,9 juta ton hingga kuartal III-2025 dengan volume penjualan 54,5 juta ton.
Berdasarkan data InvestingPro, saham BUMI berada di level sekitar Rp 360 pada perdagangan 23–24 Januari 2026 dengan rentang intraday Rp 330–Rp 364.

