Net Sell Jumbo Rp 1,32 Triliun, Terbanyak kembali Melanda Saham BBCA
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing melanjutkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,32 triliun, seiring dengan penurunan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/1/2026), berbalik melemah 18,15 poin (0,20%) menjadi 8.992.
Net sell terbanyak kembali melanda saham BBCA Rp 959,34 miliar, BMRI senilai Rp 317,15 miliar, ANTM Rp 127,06 miliar, BBRI mencapai Rp 122,19 miliar, dan BBNI senilai Rp 106,95 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya penjualan bersih (net buy), yaitu saham ADRO mencapai Rp 157,39 miliar, UNTR sebanyak Rp 138,35 miliar, ADMR senilai Rp 81,91 miliar, BRMS mencapai Rp 81,81 miliar, dan TLKM sebanyak Rp 80,03 miliar.
Terkait penurunan indeks hari ini dipicu atas penurunan saham sektor energi 1,86%, industry 0,97%, material dasar 0,88%, konsumer primer 0,81%, teknologi 1,70%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor konsumer non primer, infrastruktur, dan property.
Sejalan dengan kenaikan tersebut, beberapa saham berikut torehkan penguatan harga, seperti saham LAJU melesat 34,67% menjadi Rp 101, DAAZ naik 24,86% menjadi Rp 4.570, ASGR naik 24,71% menjadi Rp 1.590, LPCK naik 24,43% menjadi Rp 815, PUDPP naik 24,55% menjadi Rp 685, dan AIMS menguat 24,43% menjadi Rp 815.
Baca Juga
Prabowo Teken RI Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump
ARA juga melanda saham RMKO naik 24,77% menjadi Rp 1.385, dan UANG naik 20% menjadi Rp 7.500, dan PGUN naik 19,87% menjadi Rp 13,725. Meski tak ARA, saham LPKR naik 30,61% menjadi Rp 128.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 124,37 poin (1,36%) menjadi 9.010 disertai dengan investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) jumbo senilai Rp 1,89 triliun. Net sell harian ini tercatat yang paling besar sepanjang year to date. Terbanyak disumbangkan BBCA Rp 1,72 triliun.
Pelemahan dalam tersebut sejalan dengan rontoknya seluruh bursa dunia dipicu sentimen negatif dari Amerika Serikat. Tekanan indeks juga datang dari saham konglomerasi Astra setelah saham UNTR anjlok hingga auto reject bawah (ARB) dan ASII melemah 9,28%.

