BEI Supensi 6 Saham Dipicu Lompatan Harga, Ada OASA hingga BELL
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) enam saham mulai sesi I, Selasa (20/1/2026), seiring dengan lompatan harga dalam beberapa hari terakhir.
Keenam saham tersebut terdiri atas PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA), PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE), PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), PT Singaraja Putra Tbk (SINI), dan PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL).
Baca Juga
Darma Hewan (DEWA) Realisasikan Buy Back Rp 480 Miliar hingga Ungkap Fakta Menarik Ini
Berdasarkan data, saham OASA telah melambung lebih dari 91% menjadi Rp 414 dalam sebulan terakhir.Begitu juga dengan saham BNBA telah menguat lebih dari 80% menjadi Rp 1.200.
Kenaikan pesat juga melanda saham SPRE dalam sebulan terakhir lebih dari 79% menjadi Rp 356, saham ROCK telah naik lebih dari 63% menjadi Rp 2.700, SINI menguat lebih dari 115% menjadi Rp 19.200, dan BELL lebih dari 108% menjadi Rp 145 selama sebulan terakhir.
Sebaliknya, BEI membuka kembali (unsuspensi) perdagangan saham PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) mulai sesi I hari ini.
Baca Juga
Usai Cetak Rekor 9.133, Pemodal Diminta Waspadai Konsolidasi IHSG Ini dan Fokus Saham Ini
BEI dalam pengumuman resminya kemarin menyebutkan bahwa perdagangan saham NSSS dan POLA di pasar regur dan pasar tunai dibuka kembali mulai sesi I hari ini. Adapun NSSS hanya bisa ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Sebelumnya perdagangan saham NSSS dihentikan sementara setelah terjadi lompatan harga lebih dari 92% menjadi Rp 1.250 dalam sebulan terakhir sebelum terkena suspense sejak 9 Januari. Adapun kenaikan dalam setahun terakhir telah lebih dari 362%.
Begitu juga dengan saham POLA dihentikan sementara untuk pertama kali setelah terjadi kenaikan lebih dari 94% menjadi Rp 101 dalam sebulan terakhir. Adapun kenaikan dalam satu tahun terakhir telah lebih dari 621%.

