Anak Usaha SOHO Masuk ke Industri Bahan Baku Obat Tradisional dan Pergudangan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Anak usaha dari PT Soho Global Health Tbk (SOHO) yang bergerak di industri obat perawatan kesehatan, PT Soho Industri Pharmasi bakal mendiversifikasi bisnisnya melalui rencana penambahan kegiatan usaha strategis.
Langkah perusahaan yang 99,64% dikuasai SOHO ini akan menyasar dua bidang baru yaitu industri bahan baku obat tradisional untuk manusia, serta jasa pergudangan dan penyimpanan.
Disampaikan Yuliana, Direktur dan jugaCorporate Secretary SOHO dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia yang dikutip Jumat (16/1/2026), keputusan transformatif ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai respons terhadap dinamika pasar yang menunjukkan tren positif pada permintaan produk berbasis bahan alam serta kebutuhan akan fasilitas logistik medis yang memenuhi standar ketat otoritas kesehatan.
Menurut Yuliana, berdasarkan laporan studi kelayakan yang disusun, rencana penambahan kegiatan usaha ini secara tegas dinyatakan "LAYAK" untuk dilaksanakan setelah melalui serangkaian analisis mendalam dari aspek pasar, teknis, pola bisnis, manajemen, hingga keuangan.
Realisasi penambahan kegiatan usaha ini mencakup implementasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia atau KBLI 21021 yang berfokus pada pengolahan ekstrak dan simplisia, serta KBLI 52101 untuk optimalisasi fungsi pergudangan komersial.
Dalam kajian pasar, perusahaan melihat adanya peluang besar seiring dengan kebijakan pemerintah melalui BPOM dan Kementerian Kesehatan yang terus mendorong kemandirian industri farmasi nasional guna mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor.
Baca Juga
Soho Global (SOHO) Bagikan Dividen Rp 300,79 Miliar, Simak Jadwal Berikut
Sinergi ini semakin diperkuat dengan keunggulan kompetitif perusahaan yang telah memiliki fasilitas produksi di Kawasan Industri Pulogadung yang dirancang sesuai standar Cara Pembuatan Obat yang Baik atau CPOB. Keberadaan unit bisnis baru ini diharapkan dapat menciptakan integrasi hulu-hilir yang lebih solid, di mana perusahaan tidak hanya berperan sebagai produsen obat jadi, tetapi juga sebagai penyedia bahan baku terstandardisasi bagi industri kesehatan yang lebih luas.
Dari sisi manajerial dan operasional, PT Soho Industri Pharmasi memastikan bahwa perluasan ini tidak akan membebani struktur organisasi secara berlebihan karena pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia akan mengoptimalkan tenaga kerja yang sudah ada.
Perusahaan yang didukung oleh 918 karyawan per September 2025 ini lebih memilih jalur peningkatan kompetensi melalui program pelatihan dan pendidikan berkelanjutan daripada melakukan rekrutmen besar-besaran.
Sementara itu PT Soho Global Health Tbk (SOHO) selaku induk usaha per 30 September 2025 mampu mencetak laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk terkumpul sebesar Rp440,09 miliar, atau naik 28,89% dibanding periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp341,44 miliar.
Penjualan neto perseroan naik 6,02% menjadi Rp7,92 triliun dibandingkan Rp7,47 triliun pada tahun sebelumnya.
Di sisi lain beban pokok penjualan meningkat 4,75% menjadi Rp6,61 triliun, dari sebelumnya Rp6,31 triliun. Kenaikan beban pokok ini tak lantas menahan kenaikan laba bruto yang bertumbuh 13,91% menjadi Rp1,31 triliun.

