Bitcoin Menguat Pasca Rilis Data CPI AS, Bersiap Sentuh US$ 97.000?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Aset kripto Bitcoin (BTC) berhasil menembus level US$ 96.000 untuk pertama kalinya sejak November 2025, dengan titik tertinggi dalam 24 jam terakhir menyentuh US$ 96.383 di aplikasi Ajaib Alpha.
“Lonjakan ini dipicu oleh rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan, memicu optimisme pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve di masa depan,” tulis Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha dalam risetnya, Rabu (14/1/2026).
Data terbaru dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan, tekanan harga yang mulai melandai pada Desember 2025. CPI Inti (Core CPI) tercatat naik 0,2% (MoM) dan 2,6% (YoY), di bawah proyeksi pasar yang masing-masing sebesar 0,3% dan 2,7%.
Headline CPI meningkat 0,3% (MoM) dengan inflasi tahunan berada di level 2,7%, sesuai dengan konsensus pasar. “Melandainya angka inflasi ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa Fed mungkin akan mengambil kebijakan moneter yang lebih longgar pada kuartal pertama 2026,” tegas Panji.
Baca Juga
Sementara pada Senin (12/1/2026), produk ETF Bitcoin spot mencatatkan arus masuk bersih sebesar US$ 116,7 juta, mendorong total arus masuk kumulatif menjadi US$ 56,52 miliar.
Di sisi lain, saham Strategy melonjak tajam 6,63% ke level US$ 172,99 dan terus menguat di perdagangan after-hours hingga US$ 177,00. Hal ini menyusul pengumuman perusahaan pada 12 Januari yang menambah 13.627 BTC senilai US$ 1,25 miliar, sehingga total kepemilikannya kini mencapai 687.410 BTC.
Kini, pasar menanti rilis data Producer Price Index (PPI) AS pada Rabu (14/1/2026) yang akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai arah kebijakan inflasi selanjutnya.
Baca Juga
Adapun hari ini, Panji memprediksi Bitcoin dapat bergerak dalam rentang harga US$ 94.000 - US$ 97.000 dan Ethereum berpotensi bergerak di sekitar US$ 3.300 - US$ 3.500.

