Gara-gara Crossing Jual Saham DSSA Rp 1,09 Triliun, Investor Asing Akhirnya Net Sell
JAKARTA, Investortrust.id – Pemodal asing membukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,75 triliun di seluruh pasar, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/9/2023), berbalik naik tipis 1,51 poin (0,02%) menjadi 6.935,48.
Besarnya net sell tersebut dipengaruhi adanya crossing jual saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 1,09 triliun di pasar negosiasi. Sisanya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 216,99 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 51,14 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 39,36 miliar, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 34,67 miliar.
Baca Juga
IHSG Ditutup Berbalik Naik Tipis, Tiga Saham Ini Melesat hingga ARA
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) oleh investor asing melanda kelima saham berikut, yaitu saham PT MKPI Rp 26,67 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 22 miliar, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp 20,37 miliar, PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) Rp 14,87 miliar, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 13,26 miliar.
Indeks bergerak dalam rentang 6.903,24-6.944,82 dengan nilai transaksi Rp 9,01 triliun.
Penguatan tipis indeks didukung kenaikan sejumlah sektor saham, yaitu saham sektor energi 0,89%, sektor material dasar 0,54%, sektor infrastruktur 0,51%, dam sektor industri 0,22%.
Baca Juga
Sebaliknya beberapa sektor saham ini torehkan penurunan dalam, yaitu saham teknologi anjlok 2,05%, sektor transportasi melemah 0,70%, sektor keuangan 0,44%, dan sektor konsumer primer melemah 0,40%.
Di tengah penguatan tipis IHSG, kedua saham ini melesat hingga auto reject atas (ARA) PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) naik Rp 62 (34,44%) menjadi Rp 242, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) menguat Rp 119 (25%) menjadi Rp 595, dan PT Golden Flower Tk (POLU) menguat Rp 68 (24,82%) menjadi Rp 342.
Baca Juga
Insentif Likuiditas Perbankan Diperkirakan Capai Rp 156 Triliun
Penguatan juga melanda tiga saham berikut, PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) naik Rp 49 (25,39%) menjadi Rp 242 dan PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) menguat Rp 28 (14,74%) menjadi Rp 218.

