Rancang Rights Issue hingga Tender Wajib Saham Tuntas Besok, Saham Futura Energi (FUTR) Berpotensi Bangkit
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) disebut berpeluang rebound menuju level Rp 1.000 dalam waktu dekat, seiring dengan berakhirnya penawaran tender wajib saham emiten ini oleh pengendali PT Aurora Dhana Nusantara (Ardhantara).
Peluang kebangkitan saham FUTR juga didukung rencana penyuntikan aset proyek geothermal Gunung Slamet yang yang sedang digarap anak usaha Ardhantara, PT Sejahtera Alam Energy (SAE). Ardhantara juga berniat menyuntikkan sejumlah aset berbasis energi terbarukan lainnya yang akan direalisasikan tahun ini.
Baca Juga
Pantas Sahamnya Terbang 194%, Futura Energi (FUTR) Mau Diakusisi Investor Ini
Seorang sumber dari pasar menyebutkan bahwa jadwal tender wajib saham FUTR akan berakhir Kamis (15/1/2025) setelah berlangsung sejak 17 Desember 2025. “Usai tender wajib, perseroan menuju agenda selanjutnya penyuntikan aset melalui penerbitan saham baru atau rights issue. Sebelum aksi ini direalisasikan, harga saham FUTR akan terlebih dahulu diangkat ke level Rp 1.000,” ujar sumber tersebut di Jakarta, kemarin.
Sebelumnya Dirut FUTR Tonny Agus Mulyantono mengatakan pengendali baru akan melaksanakan rights issue dengan memasukkan aset berbasis energi sebagai anak usaha baru FUTR. Aksi korporasi ini akan disampaikan pada rapat umum pemegang saham perubahan kegiatan usaha dan rights issue yang ditargetkan terlaksana tahun ini.
Baca Juga
Bursa Saham Eropa Melemah, Ketegangan Geopolitik dan Isu The Fed Bayangi Pasar
Melalui Futura Energi Global, Tonny menyebutkan, Ardhantara akan melakukan transformasi menuju perusahaan energi terbarukan berstandar internasional. Ardhantara resmi menjadi pengendali baru FUTR setelah menuntaskan akuisisi sebanyak 45% saham dari PT Digital Futurama Global pada 9 September 2025.
Terkait proyek konsesi geotermal di Gunung Slamet, Ardhantara melalui anak usahanya telah memasuki tahap eksplorasi aktif, dengan kegiatan geosurvey, pengeboran sumur ( drilling ) eksplorasi tahap awal, dan pembangunan akses infrastruktur utama dengan investasi awal ini memiliki nilai lebih dari US$ 85 juta atau setara Rp 1,5 triliun. SAE telah memiliki PPA dengan kapasitas 220 MW.
FUTR juga telah menandatangani nota kesepakatan (MoU) pada 21 Oktober 2025 dengan Zhejiang Energy PV-Tech Co., Ltd dan PT Hypec International untuk pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bali sebesar 130 Megawatt (MW).

