Net Buy Rp 257,01 Miliar, Pemodal Asing Incar Saham BBCA hingga ASII
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 257,01 miliar, seiring dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (9/1/2026), naik 11,28 poin (0,13%) menjadi 8.936.
Net buy terbanyak melanda saham BBCA Rp 164,01 miliar, PTRO sebanyak Rp 152,89 miliar, FILM sebanyak Rp 117,16 miliar, MINA mencapai Rp 90,73 miliar, dan ASII mencapai Rp 76,36 miliar.
Baca Juga
Prospek Kuat di 2026, Target Harga Saham BTN (BBTN) Dipatok di Level Ini
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) melanda saham BUMI Rp 519,65 miliar, BMRI senilai Rp 119,58 miliar, AMMN Rp 110,53 miliar, dan BULL mencapai Rp 58,71 miliar.
Terkait kenaikan indeks hari ini ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor konsumer primer 3,30%, sektor material dasar 2,38%, sektor property 2,39%, sektor energi 0,99%, sektor kesehatan 1,31%, dan sektor konsumer non primer 0,29%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor keuangan, teknologi, dan infrastruktur.
Sejalan dengan penguatan tersebut, beberapa saham berikut torehkan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA), seperti saham KOCI naik 34,92% menjadi Rp 170, HILL menguat 34,57% menjadi Rp 218, SOHO melesat 25% menjadi Rp 1.650, RLCO naik 24,92% menjadi Rp 4.010, MKAP naik 24,47% menjadi Rp 590, INDS naik 24,35% menjadi Rp 286, LIVE menguat 24,77% menjadi Rp 272, dan SOTS naik 24,64% menjadi Rp 2.580.
Baca Juga
Bauran EBT Nasional Tembus 15,75% di 2025, Masih Meleset dari Target
Meski tak ARA, kenaikan saham ini tergolong mengesankan, seperti saham APLN naik 30% menjadi Rp 143, PPRE menguat 26,55% menjadi Rp 224, menguat 32,50% menjadi Rp 212, HILL naik 28,40% menjadi Rp 208, INDY naik 15,20% menjadi Rp 2.880, BIPI menguat 22,22% menjadi Rp 220, dan MINA naik 18,27% menjadi Rp 615.
Kemarin, IHSG ditutup berbalik melemah 19,34 poin (0,22%) menjadi 8.925 dengan pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 950,21 miliar. Net buy terbanyak melanda saham AMMN senilai Rp 411,35 miliar, BBRI senilai Rp 197,32 miliar, dan ASII sebanyak Rp 164,04 miliar.
Terkait penurunan indeks tersebut dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar turun 3,22%, sektor konsumer primer 0,90%, sektor teknologi 1,10%, sektor keuangan 0,45%, dan sektor kesehata 0,14%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor property 1,50%, transportasi 1,75%, dan infrastruktur 1,43%.

