NINE Siapkan Rights Issue untuk Integrasi Aset Tambang Mongolia Milik Poh Group
JAKARTA, investortrust.id – PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) menyiapkan langkah strategis melalui integrasi aset tambang di Mongolia milik Poh Group asal Singapura. Integrasi tersebut akan dilakukan melalui skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Direktur Utama NINE Nuzwan Gufron menjelaskan bahwa opsi pembelian aset tambang Mongolia milik Poh Golden Ger Resources Pte Ltd (PGGR) akan memberikan nilai positif bagi pemegang saham. Integrasi ini dinilai dapat membuka jalur monetisasi aset yang lebih terstruktur serta memperkuat keterlibatan NINE dalam proyek pertambangan ke depan.
Baca Juga
Ditopang Hal Ini, Total Aset Industri Dapen Tembus Rp 1.662 triliun per November 2025
Dia mengungkapkan bahwa PGGR telah menandatangani Framework Agreement kerja sama pertambangan dengan kontraktor Engineering, Procurement and Construction + Finance (EPC+F) berskala besar di Mongolia. Pihak EPC+F berkomitmen menanamkan investasi lebih dari US$100 juta untuk menjalankan proyek pertambangan Poh Group, PGGR, dan NINE dengan proyeksi kapasitas produksi di atas 20 juta ton per tahun.
Melalui kemitraan tersebut, Poh Group dan NINE tidak perlu menanggung belanja modal (capex) baik untuk tambang milik sendiri maupun proyek kerja sama operasi. Realisasi investasi akan bergantung pada hasil due diligence serta persetujuan investasi luar negeri (Overseas Direct Investment/ODI) dari otoritas Tiongkok. Besaran investasi akan disesuaikan dengan persetujuan yang diperoleh.
Calon mitra EPC+F disebut telah memiliki pengalaman luas dalam operasi pertambangan lintas negara termasuk Mongolia, Indonesia dan negara lain. Entitas yang berdiri sejak 1998 itu memiliki lebih dari 1.000 karyawan dan total aset di atas US$500 juta.
Baca Juga
Poh Group Teken CSPA 70% Saham Tecno9 (NINE) hingga Sejumlah Aksi Korporasi Besar Disiapkan
NINE menargetkan pendaftaran rights issue untuk integrasi aset Mongolia paling lambat kuartal II-2026. Perseroan menegaskan akuisisi tidak akan membebani kas perusahaan karena aset tambang Mongolia akan dimasukkan melalui proses PMHMETD tanpa biaya pembelian.
Nuzwan menambahkan NINE akan terus menjajaki peluang usaha di Indonesia dan regional untuk memberikan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham. Aset tambang Mongolia yang akan diintegrasikan sepenuhnya dimiliki Poh Kay Ping dan mencakup dua konsesi batu bara dan semi-soft coking coal. PGGR bersama afiliasi Poh Group termasuk NINE akan memperluas kerja sama pertambangan lintas negara.

