IHSG Berbalik Turun 0,22% Usai Sentuh Rekor 9.002, Saham SMLE hingga PBSA Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (8/1/2026), ditutup berbalik melemah 19,34 poin (0,22%) menjadi 8.925, meski intraday sempat tembus level tertinggi baru sepanjang masa 9.002.
Penurunan dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar turun 3,22%, sektor konsumer primer 0,90%, sektor teknologi 1,10%, sektor keuangan 0,45%, dan sektor kesehata 0,14%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor property 1,50%, transportasi 1,75%, dan infrastruktur 1,43%.
Baca Juga
Bahlil: Produksi Batu Bara RI 2026 Dipangkas ke 600 Juta Ton untuk Jaga Harga
Sedangkan saham tercuan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham SMLE naik 34,52% menjadi Rp 226, KOCI naik 34,04% menjadi Rp 126, IFSH naik 25% menjadi Rp 1.450, RLCO naik 24,90% menjadi Rp 3.210, KIJA naik 24,80% menjadi Rp 312, PBSA naik 24,47% menjadi Rp 2.060,
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 11,2 poin (0,13%) ke level tertinggi baru (all time high/ATH) 8.944. Pemodal asing kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 201,15 miliar dengan net buy terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 648,47 miliar.
Baca Juga
Kenaikan tersebut ditopang penguatan sejumlah sektor saham berikut, yaitu sektor industry 2,40%, sektor material dasar 1,11%, sektor konsumer primer 1,18%, sektor energi 0,51%, dan sektor infrastruktur 0,16%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor konsumer non primer, teknologi, keuangan, dan property.
Adapun saham tercuan hingga auto reject atas (ARA), melanda saham OPMS naik 34,67% menjadi Rp 268, ASLI naik 25% menjadi Rp 675, OASA menguat 24,85% menjadi Rp 412, INPC melesat 24,39% menjadi Rp 306, BSIM naik 24,78% menjadi Rp 1.410, dan IFSH menguat 24,73% menjadi Rp 1.160.

