IHSG kembali ATH 8.944, Sejumlah Saham Dipimpin OPMS hingga BSIM Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (6/1/2025), lanjutkan kenaikan 11,2 poin (0,13%) ke level tertinggi baru (all time high/ATH) 8.944.
Penguatan tersebut ditopang kenaikan sejumlah sektor saham berikut, yaitu sektor industry 2,40%, sektor material dasar 1,11%, sektor konsumer primer 1,18%, sektor energi 0,51%, dan sektor infrastruktur 0,16%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor konsumer non primer, teknologi, keuangan, dan property.
Baca Juga
Program Hilirisasi 'Groundbreaking' Januari 2026, 'Waste to Energy' dan DME Jadi Fokus
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan auto reject atas (ARA), yaitu saham OPMS naik 34,67% menjadi Rp 268, ASLI naik 25% menjadi Rp 675, OASA menguat 24,85% menjadi Rp 412, INPC melesat 24,39% menjadi Rp 306, BSIM naik 24,78% menjadi Rp 1.410, dan IFSH menguat 24,73% menjadi Rp 1.160.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 74,42 poin (0,84%) ke level tertinggi baru seapanjang masa 8.933.
Kenaikan ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar 3,35%, sektor industry 2,14%, sektor energi 1,62%,sektor teknologi 1,57%, sektor property 1,34%, dan sektor keuangan 0,66%. Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor transportasi 0,89%.
Baca Juga
Lompatan indeks juga didukung penguatan sejumlah saham big cap, seperti saham MLPT, AMMN, PTRO, RAJA, PGUN, MDKA, TKIM, SUPA, hingga MDKA. Kenaikan juga ditopang saham ADMR hingga MORA.
Sedangkan sejumlah saham dengan kenaikan terpesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham INPC menguat 34,43% menjadi Rp 246, BIPI naik 34,74% menjadi Rp 256, ECII naik 34,74% menjadi Rp 256, dan GSMF menguat 34,51% menjadi Rp 152.

