Tembus Area US$ 90.000, Bitcoin Berpotensi Menguat ke US$ 97.000 Hari Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Aset kripto Bitcoin melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari satu bulan terakhir dan berhasil menembus area US$ 90.000, setelah sulit ditembus dalam tiga pekan terakhir.
“Kenaikan terjadi seiring aset digital mulai mengejar performa pasar saham dan logam mulia yang sebelumnya lebih dulu menguat,” terang Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha secara tertulis, Selasa (6/1/2026).
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menguat hingga US$ 94.789. Level ini menjadi yang tertinggi sejak 17 November 2025, menandakan kembalinya momentum positif di pasar kripto. Sementara hingga pukul 15:21 WIB hari ini, Bitcoin terpantau bergerak di kisaran US$ 93.332.
Di sisi korporasi, Strategy (MSTR) kembali menambah kepemilikan Bitcoin sekaligus memperkuat posisi kasnya di awal 2026. Ketua Eksekutif Strategy, Michael Saylor mengungkapkan, perusahaan telah membeli tambahan 1.287 BTC dengan harga rata-rata sekitar US$ 90.000.
Baca Juga
Venezuela Dikabarkan Simpan 600.000 Bitcoin, Risiko 'Supply Shock' Mencuat
Dengan transaksi itu, total kepemilikan Bitcoin Strategy meningkat menjadi 673.783 BTC, dengan rata-rata harga pembelian sebesar US$ 75.026, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.
Hari ini, Panji memprediksi harga Bitcoin akan bergerak dalam rentang US$ 93.000 - US$ 97.000 dan Ethereum berpotensi bergerak di sekitar US$ 3.200 - US$ 3.350. Sementara 24 jam sebelumnya, Bitcoin telah mencatatkan lonjakan 2,73% dengan pergerakan harga di kisaran US$ 93.925 Rp 1,56 miliar.
Alhasil, dominasi pasar BTC (BTC.D) kini berada di level 59%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto menguat 2,48% menjadi total US$ 3,18 triliun.
Baca Juga
Naiknya Harga Bitcoin Picu Masifnya Perusahaan Asuransi Global Masuk ke Aset Digital
