Lagi-lagi! Arthakencana Borong Jutaan Saham AKR Coporindo (AKRA)
JAKARTA, investortrust.id – PT Arthakencana Rayatama sebagai pengendali dan pemegang terbesar menambah saham sebanyak 2,03 juta saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). Aksi ini berimbas terhadap penambahan total saham yang dikendalikannya.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan AKRA Suresh Vembu mengatakan, pembelian saham tersebut dilakukan pada 5 April 2024. Sebanyak 2,03 juta saham dibeli dengan harga pelaksanaan Rp 1.732,7 per saham, sehingga total dana yang digelontorkan lebih dari Rp 3,5 miliar.
Baca Juga
Dipicu Faktor Ini, Terbuka Peluang Revisi Naik Target Kinerja dan Saham AKR (AKRA)
“Pembelian saham tersebut bertujuan sebagai investasi. Pembelian tersebut menjadikan total saham AKRA yang dimiliki Arthakencana bertambah menjadi 60,997% saham,” tulisnya dalam pengumuman resminya di Jakarta, hari ini.
Sebelumnya, Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan dalam riset yang diterbitkan beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa pertumbuhan laba bersih AKRA diprediksi berlanjut, apabila perseroa mampu untuk mencetak target penjualan lahan industri mencapai 133 hektare tahun 2024, diabandingkan estimasi BRI Danareksa Skeuritas hanya 100 hektare.
“Kami memperkirakan penjualan lahan industri anak usahanya JIIPE masih menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan laba perseroan tahun ini, sehingga kami mempertahankan rekomendasi beli saham AKRA dengan target harga Rp 2.000,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
Gelontorkan Rp 73,52 Miliar, Pengendali Lagi-lagi Borong Saham AKR Corporindo (AKRA)
Berdasarkan catatan perseroan penjualan lahan industri bertumbuh dua kali lipat tahun lalu menjadi 91 hekatere, dibandingkan tahun 2022 seluas 44 ha. Lompatan tersebut menjadikan kinerja keuangan peresroan tetap bertumbuh, meskipun segmen bisnis distribusi dan penjualan bahan bakar minyak dan bahan kimia cenderung stagnan.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa peningkatan penjualan lahan industri menjadikan gross margin perseroan bertahan menjadi 5,2% menjadi Rp 4,4 triliun. Sedangkan margin keuntungan penjualan maupun distribusi BBM relatif stagnan, kecuali kuartal akhir 2023 meningkat signifikan.
