IHSG Berpeluang Rebound, Tiga Saham Dipimpin AMMN Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/12/2025), berpeluang bergerak dalam rentang 8.570-8.620 dengan sentimen dinamika akhir tahun dan rilis data M2 Money Supplya. Tiga saham AMMN, ENRG, dan UNVR direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas area support 8.550–8.570, sehingga peluang penguatan terbatas tetap terbuka menuju resistance 8.620–8.656.
“Pergerakan pasar selanjutnya akan dipengaruhi oleh dinamika akhir tahun serta rilis data M2 Money Supply hari ini sebagai katalis tambahan,” tulisnya.
Baca Juga
Multifinance Jadi ‘Issuer’ Surat Utang Terbesar, Capai Rp37,91 Triliun
Laju IHSG juga akan dipengaruhi lomptan bursa saham Wall Street, seperti kenaikan Dow Jones sebanyak 0,38%. Begitu juga dengan S&P500 menguat 0,88% dan Nasdaq melesat sebanyak 1,31%.
Adapun IHSG sepanjang pekan lalu ditutup melemah sebanyak 50,94 poin (0,59%) menjadi 8.609. pelemahan indeks pekan ini dipicu atas kejatuhan sejumlah saham-saham big cap, seperti, saham BYAN anjlok 7,54%, saham FILM melemah 19,55%, TLKM turun 3,94%, AMMN meloro 5,95%, dan BRMS melemah 8,13%. Penurunan juga melanda saham CUAN, BRPT, BREN, dan BUMI.
Penurunan juga dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi anjlok 2,85%, teknologi 3,24%, konsumer primer 3,52%, material dasar 2,25%, property 1,53%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor keuangan, kesehatan, konsumer non primer, dan industry.
Baca Juga
Meski IHSG melorot, sejumlah saham berikut berhasil catatkan penguatan pesat pekan lalu, seperti saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO). Saham yang listing perdana pada 8 Desember ini telah melesat dari harga Rp 168 menjadi Rp 1.330. Sedangkan kenaikan pekan ini melesat dari Rp 550 menjadi Rp 1.330 atau melambung 141,82% dalam sepekan.
Posisi berikutnya ditempati saham DPUM yang naik lebih dari dua kali lipat. Harga DPUM meningkat dari 108 menjadi 222 atau naik 114 poin, setara 105,56% secara mingguan. Saham SSTM juga menunjukkan performa kuat setelah menguat dari 1.385 ke 2.520. Kenaikan 1.135 poin tersebut mencerminkan pertumbuhan harga sebesar 81,95% dalam sepekan.

