SKB Food (RAFI) Percepat Transformasi, Bidik Jadi Perusahaan Agrifood–Seafood Terintegrasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) atau SKB Food memantapkan transformasi bisnis dengan visi menjadi perusahaan agrifood dan seafood terintegrasi. Perseroan mulai mengurangi ketergantungan pada model usaha berbasis trading dan beralih ke bisnis pengolahan pangan bernilai tambah guna memperkuat kinerja serta keberlanjutan jangka panjang.
Sebagai pengembangan awal, SKB Food mengusung tema “More Impactful and More Valuable” yang menekankan pertumbuhan bisnis sekaligus perluasan manfaat bagi masyarakat. Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan marjin melalui pengembangan produk jadi dan mengubah model bisnis dari penjualan bahan baku menjadi perusahaan berbasis inovasi dan nilai tambah.
Baca Juga
Penjualan Apartemen Jakarta Diperkirakan Tembus 94% pada 2026
Direktur Utama SKB Food Eko Pujianto mengatakan, perseroan menjalankan berbagai inisiatif strategis melalui inovasi di bidang pangan olahan.
“Selain memenuhi kebutuhan pangan yang semakin berkualitas bagi masyarakat, upaya ini juga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi Perseroan,” ujar Eko dalam keterangan resmi, Rabu (17/12/2025).
Salah satu fokus utama transformasi adalah penguatan digitalisasi dan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung perluasan jaringan distribusi serta rantai pasok. Direktur Bisnis dan Operasional RAFI Noval menjelaskan, penerapan teknologi ditujukan untuk mengoptimalkan jaringan penjualan bahan baku dan produk pangan SKB Food di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga
Restrukturisasi Kepemilikan Warnai Transaksi Jumbo Saham MDIY
“Penggunaan IT memungkinkan RAFI mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan bahan baku makanan dan minuman di seluruh target pasar, sekaligus mempermudah ekspansi lokasi maupun peningkatan volume penjualan,” jelas Noval.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian dari rencana kerja sama dengan koperasi di berbagai daerah, khususnya pedesaan, baik untuk transaksi komoditas pangan maupun nonpangan.
Di sisi hilir, SKB Food memperkuat portofolio merek, antara lain Rafi Express, Rafina untuk produk beras, EsKabeh untuk seafood, Sedap Kesayangan Bunda (Sekeboen) untuk makanan siap santap, serta Kebby Kebab. Menurut Eko, penguatan merek ini melengkapi inisiatif di sisi hulu seperti peternakan dan pengembangan buah lokal, sehingga memperkuat fundamental dan meningkatkan profitabilitas perseroan.
Baca Juga
Fokus Segmen Ini, Sari Kreasi Boga (RAFI) Incar Pendapatan Rp 200 Miliar Tahun Ini
Pada sektor agrifood, perseroan juga berencana membangun kebun buah dan sayur dalam negeri guna meningkatkan daya saing hasil pertanian nasional. “Kami percaya dengan perbaikan praktik dan tata kelola mulai dari perkebunan hingga pengemasan dan penjualan, buah-buahan lokal akan semakin kompetitif. Hal ini juga sejalan dengan pengembangan peternakan yang mendukung target ketahanan pangan nasional,” ungkap Eko.
Dia menambahkan, prospek industri makanan dan minuman pada 2026 dinilai positif dan diyakini berdampak pada peningkatan penjualan serta penguatan fundamental bisnis perseroan. Keyakinan tersebut mendorong SKB Food untuk memperdalam transformasi menjadi pelaku agrifood terintegrasi yang memberdayakan petani, peternak, dan UMKM, sekaligus menciptakan nilai tambah yang lebih luas bagi pemangku kepentingan dan pemegang saham.

