Jelang RUPSLB, Begini Kinerja GoTo (GOTO) sepanjang 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (17/12/2025) dengan agenda utama perubahan struktur kepemimpinan perseroan.
Dalam pengumuman sebelumnya diungkapkan bahwa Hans Patuwo dinominasikan sebagai Direktur Utama dan CEO GOTO menggantikan Patrick Walujo. Nominasi dan proses transisi tersebut merupakan bagian dari suksesi kepemimpinan yang telah dipersiapkan untuk memasuki fase pertumbuhan selanjutnya.
Baca Juga
GOTO Bersiap RUPSLB, Berikut Usulan Struktur Manajemen Terbaru
Hans Patuwo sebelumnya menjabat sebagai Chief Operating Officer sekaligus Presiden On-Demand Services (ODS) perseroan. Ia memiliki pengalaman bertahun-tahun menduduki posisi senior di GOTO, Gojek, dan GoPay.
Selain nominasi Direktur Utama baru, GOTO juga mengumumkan pengunduran diri Ade Mulyana dari jabatan Direktur Public Affairs dan Communications. Dari jajaran komisaris, Pablo Malay dan Winato Kartono turut mengundurkan diri. Selanjutnya, Andre Soelistyo dan Santoso Kartono dinominasikan untuk menjabat sebagai Komisaris Perseroan.
Menanggapi agenda RUPSLB tersebut, analis OCBC Sekuritas Gani, menilai perubahan struktur kepemimpinan merupakan hal yang lazim terjadi di perusahaan terbuka, termasuk GOTO. Menurutnya, GOTO saat ini berada di jalur yang tepat untuk akselerasi profitabilitas berkelanjutan yang akan menjadi fokus kepemimpinan selanjutnya.
Sepanjang Januari–September 2025, GOTO mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan perbaikan profitabilitas yang signifikan. Untuk periode sembilan bulan 2025, pendapatan bersih mencapai Rp 13,3 triliun, tumbuh 13,99% secara tahunan (year on year).
Baca Juga
Dari sisi profitabilitas, EBITDA berbalik positif dari rugi Rp 1,2 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi positif Rp 816 miliar. EBITDA Grup yang disesuaikan juga meningkat menjadi Rp 1,3 triliun, dari sebelumnya rugi Rp 79 miliar.
Dengan capaian tersebut, GOTO menaikkan pedoman kinerja 2025 menjadi Rp 1,8-1,9 triliun, dibandingkan sebelumnya Rp 1,4-1,6 triliun. Gani menilai, transisi kepemimpinan yang berjalan mulus dan posisi keuangan yang semakin solid menjadi modal penting bagi GOTO untuk mengeksekusi strategi akselerasi profitabilitas ke depan.

