Saham FILM Dibuka Kembali Lewat FCA, Samuel Sekuritas Pasang Target Harga Tinggi Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Transaksi saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) kembali dibuka hari ini, Selasa (16/12/2025), meskipun hanya melalui papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA). Lalu, bagaimana peluang pergerakan harga selanjutnya?
Samuel Sekuritas dalam riset terakhirnya mempertahanakan rekomendasi speculative buy saham FILM dengan target harga Rp 13.500. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 23% dari posisi saat ini. Target ini juga mempertimbangkan prospek pertumbuhan laba jangka panjang dari sinergi dengan SBS sebagai pemegang saham 3,8%, potensi pemulihan kinerja bisnis MDTV, serta rencana peluncuran platform OTT internal MD Now.
Baca Juga
Unsuspensi Saham PSKT, FILM, dan CTTH Hari Ini, Kenaikan bakal Berlanjut?
Analis Samuel Sekuritas Fadhlan Banny menyebutkan bahwa FILM merupakan saham dengan kenaikan terpesat dari MSCI Indonesia Small Cap. Lompatan juga ditopang arus beli investor asing yang masif. Dalam sebulan terakhir sebelum disuspensi pada 8 Desember 2025, saham FILM telah melesat lebih dari 96% menjadi Rp 11.000 dalam sebulan. Kenaikan harga dalam tiga bulan mencapai 183% dan terkerek 204% dalam setahun terakhir.
“Kinerja tersebut menempatkan FILM sebagai saham dengan performa terbaik di MSCI Indonesia Small Cap selama 30 hari perdagangan terakhir. Penguatan harga tidak hanya didorong oleh permintaan domestik, tetapi juga akumulasi investor asing dengan net foreign inflow mencapai Rp 1,46 triliun secara year-to-date 2025,” tulis riset tersebut.
Dia mengatakan, lonjakan ini mencerminkan minat institusional yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap emiten konten tersebut. Saham FILM juga dinilai semakin dekat memenuhi kriteria untuk masuk MSCI Global Standard Index (Big Cap). Dari sisi likuiditas, rata-rata nilai transaksi harian enam bulan FILM telah mencapai US$ 3,1 juta per hari, melampaui batas minimum MSCI sebesar US$ 2,5 juta per hari.
Adapun rata-rata transaksi harian 12 bulan berada di level US$ 2,2 juta per hari atau mendekati ambang batas big cap. Adapun 12M Annualized Traded Value Ratio (ATVR) telah naik ke 11,3%, semakin mendekati syarat 15%.
Baca Juga
IHSG Diprediksi Bergerak Mixed, Pantau Saham BMRI hingga EMAS
Berdasarkan perhitungan, harga saham FILM diperkirakan perlu mencapai Rp 13.300 agar memenuhi parameter MSCI Global Standard, dengan asumsi free float 32% dan kapitalisasi pasar penyesuaian free float sebesar US$ 2,85 miliar atau sekitar Rp 48 triliun. “Jika masuk indeks big cap, potensi aliran dana pasif asing diperkirakan berada di kisaran US$ 180–300 juta atau sekitar Rp 3–5 triliun,” tulisnya.
Perseroan juga sebelumnya telah meraih fasilitas kredit baru sebesar Rp 200 miliar bertenor satu tahun dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada bulan lalu. Fasilitas bisa meningkatkan fleksibilitas keuangan untuk mendukung operasional, khususnya pada masa transisi unit usaha MDTV menuju profitabilitas.
“Atas dasar momentum MSCI dan prospek jangka panjang, FILM diberikan rekomendasi speculative buy dengan target harga baru level Rp 13.500, mencerminkan potensi kenaikan sekitar 23% dari posisi saat ini,” tulisnya.

