Komut Dideportasi, Oscar Mitra (OLIV) Ungkap Dampaknya bagi Perusahaan
JAKARTA, investortrust.id – PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV) memastikan bahwa deportasi komisaris utamanya An Shaohong tidak berdampak terhadap operasional.
Manajemen OLIV menyampaikan bahwa proses penelusuran informasi masih berlangsung. “Perusahaan saat ini sedang melakukan verifikasi kebenaran berita tersebut,” tulis manajemen dalam keterangannya, Kamis (11/12/2025).
Baca Juga
Deportasi Bos Green Power (LABA), Saham Anjlok dan Pergantian Manajemen Disiapkan
Perseroan menegaskan tidak mengetahui maupun terlibat dalam kasus apa pun yang melibatkan An Shaohong baik di Indonesia maupun Tiongkok. OLIV memastikan isu tersebut tidak berdampak terhadap aktivitas operasional perusahaan.
“Meskipun berita tersebut benar, insiden yang melibatkan An Shaohong tidak akan berdampak apa pun terhadap operasional, hasil operasional, maupun kelangsungan usaha perusahaan,” tegas manajemen.
OLIV memastikan kegiatan usaha tetap berjalan normal. Jika pemberitaan mengenai deportasi tersebut terbukti benar, perseroan menyatakan siap memproses penggantian Komisaris Utama sesuai ketentuan perundang-undangan dan anggaran dasar perusahaan. Emiten furnitur ini juga berkomitmen memberikan informasi lanjutan apabila terdapat perkembangan signifikan.
Baca Juga
Volume, Nilai Transaksi, hingga Kenaikan Harga Saham BUMI kembali Mendominasi, Bagaimana Targetnya?
An Shaohong cukup dikenal di pasar modal karena perannya di beberapa emiten. Ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Green Power Group Tbk (LABA), serta Komisaris Utama di OLIV dan PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA). Keterlibatan An di tiga perusahaan tersebut diketahui berasal dari aksi akuisisi maupun skema backdoor listing.
Pemberitaan sebelumnya menyebutkan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan telah mendeportasi warga negara Tiongkok berinisial A.S. setelah terbukti melanggar izin tinggal dan berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) di negara asalnya. A.S. disebut sempat tidak kooperatif dalam proses pengawasan, melarikan diri menggunakan mobil, hingga mencoba kabur melalui Stasiun MRT.

