APEI Dorong Partisipasi SRO, Tingkatkan Keamanan Digital Perusahaan Efek
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) mendorong partisipasi self regulatory organization (SRO) untuk meningkatkan keamanan digital perusahaan efek sebagai anggota bursa (AB). Pasalnya, akhir-akhir ini kasus pembobolan akun investasi semakin muncul di permukaan.
“Investor menjaga diri, tetapi sama-sama lah ya, dari regulator kami harap melihat kekurangan apa yang ada, di-address, lalu memberi solusi, mencari jalan keluar. Karena sangat disayangkan kalau terjadi lagi, terjadi lagi. Nggak masuk akal kalau keep on happening without proper penyelesaian,” papar Direktur Eksekutif APEI Lily Widjaja kepada Investortrust.id.
Lily meyakini, banyak kasus penipuan atau pembobolan akun investasi yang tidak terungkap. Selain karena lemahnya sistem keamanan informasi dan teknologi (IT) AB sebagai broker, akses ilegal ke akun investor juga bisa disebabkan oleh kelalaian nasabah yang tidak menjaga kata sandi.
Dalam proses pembobolan akun, beberapa korban menceritakan bahwa saham-saham bluechip dalam portofolio mereka dijual dengan harga rendah. Kemudian dibelikan saham-saham yang umumnya berada di papan pemantauan khusus berharga di bawah Rp 50.
Lily menegaskan, perbedaan harga Rp 1 saja, dapat diakumulasi menjadi keuntungan, begitu pula sebaliknya.
Baca Juga
“Jadi tidak perlu beda harga yang besar, sehingga kelihatannya biasa saja tetapi masif. Harusnya itu ada alert. Makanya benar kata CEO Bombay Stock Exchange, harusnya bisa deteksi, ada surveillance dari exchange, mendeteksi bila ada yang abnormal,” jelasnya.
APEI menyatakan, telah menjalin komunikasi erat dengan OJK, hingga diskusi bersama Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), setiap ada laporan penipuan. OJK pun telah memberi sejumlah masukan, seperti saran agar APEI turut menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Di sisi lain, Lily menyampaikan bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai salah satu SRO telah berencana memberi subsidi dalam bentuk security operations center (SOC).
“Seperti control center. Jadi sedang berjalan, anggota kami lagi melihat mau pakai siapa gitu, vendor mana,” pungkasnya.

