Sahamnya Melesat, IBFN dan PADA Akhirnya Terkena Suspensi
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) saham PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) dan PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) mulai sesi I, Senin (1/12/2025). Suspeensi dipicu atas lompatan harga dalam beberapa hari terakhir.
BEI dalam pengumuman resminya menyebutkan bahwa dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan terhadap investor, BEI memutuskan penghentian sementara perdagangan saham IBFN dan PADA setelah terjadi kenaikan harga kumulatif yang sifnifikan.
Data BEI menyebutkan bahwa harga saham IBFN telah melambung lebih dari 155% menjadi Rp 115 dalam sebulan terakhir. Adapun kenaikan sepanjang year to date (ytd) telah lebih dari 784%.
Baca Juga
Saham Summarecon (SMRA) Direkomendasikan Ini, Usai Penjualan Anak Usaha Dituntaskan
Begitu juga dengan saham PADA sudah melambung lebih dari 69% menjadi Rp 200 dalam sebulan terakhir. Bahkan, kenaikan harga saham ini telah lebih dari 1.328% menjadi Rp sepanjang tahun 2025 berjalan.
Sebaliknya, BEI membuka kembali perdagangan saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mulai sesi I, Senin (1/12/2025). Adapun saham MORA dibuka di papan pemantauan khusus (PPK).
BEI dalam pengumuman resminya menyebutkan bahwa suspense atas perdagangan saham RATU dan MORA dibuka kembali di pasar regular dan pasar tunai. Hanya saham saham MORA akan masuk dalam daftar pemantauan khusus, karena terkena suspense lebih dari satu hari perdangan.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Rebound Awal Bulan Ini, Tiga Saham Dipimpin CUAN Direkomendasikan Beli
Data BEI mengungkap bahwa saham RATU telah melambung lebih dari 51% menjadi Rp 12.125 dalam sebulan terakhir. Kenaikan dalam tiga bulan terakhir telah lebih dari 85%. Saham emiten yang dikendalikan Happy Hapsoro ini berhasil catatkan penguatan mengesankan dalam beberapa hari terakhir.
Sedangkan penguatan harga saham MORA telah lebih dari 1.490% menjadi Rp 6.075 sepanjang year to date (ytd). Kenaikan dalam sebulan terakhir juga telah lebih dari 598%. Saham MORA juga telah terkena suspense perdagangan berkali-kali dipicu atas lompatan harga tersebut.

