Bagikan

NFT, Metaverse, hingga Bitcoin: Berikut Prediksi Terbesar Pasar Kripto di 2026

Poin Penting

Integrasi aset kripto dengan sistem keuangan tradisional dan adopsi teknologi blockchain diperkirakan meningkat tajam, didukung minat institusi dan perkembangan teknologi.
Bitcoin diproyeksikan mencapai level harga baru hingga US$200.000.
Regulasi AS diprediksi semakin pro-kripto, NFT berkembang menjadi aset utilitas, dan metaverse mengalami ekspansi penggunaan.

JAKARTA, investortrust.id – Industri aset kripto diperkirakan memasuki fase pertumbuhan signifikan pada 2026, meski masih dibayangi volatilitas pasar, ketidakpastian regulasi, serta tantangan keamanan digital. Sejumlah lembaga riset melihat tahun depan sebagai momentum penting ketika integrasi aset kripto dengan sistem keuangan tradisional dan sektor publik mulai terasa nyata.

Dilansir dari Pintu, Minggu (30/11/2025) berbagai prediksi menunjukkan bahwa minat terhadap aset digital terus meningkat, didorong oleh adopsi institusi, perkembangan teknologi blockchain, serta perluasan penggunaan kripto dalam sistem ekonomi modern.

  1. Bitcoin Diproyeksi Tembus Harga Baru

Lembaga riset Bernstein memperkirakan harga Bitcoin dapat mencapai US$ 200.000 pada awal 2026, ditopang arus dana dari ETF dan masuknya investor institusi. Pasar opsi ETF IBIT BlackRock mengantisipasi harga di level US$ 174.000, sementara analisis on-chain CoinDex memprediksi rentang yang lebih konservatif, yakni US$ 80.000–US$ 107.000. Saat ini Bitcoin masih bergerak stabil pada kisaran US$ 90.000–US$ 120.000.

Ilustrasi Bitcoin. Foto: MetaAI (Photographer)
Source: Source

Baca Juga

Bitcoin Naik di Tengah Ekspektasi Fed Dovish, Pasar Bidik Level US$ 100.000

  1. DeFi Diprediksi Masuk Arus Utama Keuangan Global

Pasar keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang diperkirakan bernilai US$ 21 miliar pada 2025, diproyeksi tumbuh hingga lebih dari US$ 231 miliar pada 2030. Pada 2026, platform DeFi disebut mulai menerapkan manajemen risiko berbasis AI, memperkuat keamanan smart contract, serta mengintegrasikan likuiditas dengan layanan keuangan terpusat.

  1. Regulasi AS Dinilai Akan Lebih Mendukung

Pembahasan berbagai RUU terkait kripto di Kongres AS, termasuk CLARITY Act dan GENIUS Act, dinilai membuka jalan bagi kerangka regulasi yang lebih jelas pada 2026. Kebijakan pro kripto di bawah pemerintahan Donald Trump, seperti pelonggaran aturan industri dan rencana pembangunan cadangan Bitcoin nasional, diprediksi meningkatkan kepercayaan pasar.

Non Fungible Token (NFT). Sumber: Pixabay (Photographer)
Source: Source
  1. NFT dan Metaverse Bertransformasi ke Aset Fungsional

Pada 2026, NFT diperkirakan tidak lagi sekadar koleksi digital, melainkan berubah menjadi aset utilitas seperti kepemilikan fraksional, keanggotaan eksklusif, serta identitas digital di metaverse. Integrasi NFT dalam transaksi properti virtual dan keuangan digital diproyeksikan semakin berkembang seiring meningkatnya populasi metaverse.

Baca Juga

Gubernur BI Sebut "Stablecoin" Swasta Berpotensi Ganggu Stabilitas Ekonomi, Ini Tanggapan Asosiasi dan Analis Kripto

Blockchain. Sumber: PINTU (Photographer)
Source: Source
  1. Teknologi Layer-2 Dorong Skalabilitas Blockchain

Solusi Layer-2 seperti zk-rollups, optimistic rollups, dan rantai berbasis SVM diperkirakan diadopsi lebih luas pada 2026 untuk meningkatkan kapasitas transaksi dan menurunkan biaya. Peningkatan ini diyakini memperkuat ekosistem Ethereum, Bitcoin, dan berbagai platform blockchain utama lainnya.

Meski prospek pertumbuhan terlihat kuat, analis mengingatkan bahwa risiko gejolak makroekonomi, ketegangan geopolitik, keamanan DeFi, serta perubahan kebijakan tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi pasar kripto dalam jangka pendek.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024