Dorong Pengembangan Pasar Modal, Wapres Ma’ruf Amin Beri Tiga Arahan Ini
JAKARTA, investortrust.id – Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin memberikan tiga arahan untuk pengembangan pasar modal Indonesia lebih cerah ke depan.
Pertama, ungkap dia, pasar modal Indonesia harus meningkatkan inovasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam layanan kepada para investor. Aplikasi teknologi dan digitalisasi memainkan peran penting, termasuk pendalaman pasar modal untuk peluasan basis investor dan emiten, serta mempermudah akses masyarakat ke pasar modal.
Baca Juga
“Pasar modal Indonesia harus terus mengembangkan produk dan layanan yang lebih ramah digital,” terangnya saat Pembukaan Perdagangan Perdana Saham BEI di Jakarta, Selasa (2/1/2023).
Kedua, terang dia, optimalkan dan kembangkan potensi pembiyaaan melalui pasar modal dengan peningkatan literasi kepada masyarakat. “Bursa tidak lagi ekslusif milik korporasi besar, tapi juga rumah pendanaan bagi UMKM,” terangnya.
Ma’ruf melanjutkan, BEI diminta untuk tidak terjebak dalam zona Nyaman. Namun membuat terbobosan maupun gerakan agar UKM bisa memperoleh akses pembiyaan dari pasar modal. Hal ini bisa dilakukan dengan meningkatkan literasi kepada masyrakat.
Peningkatan edukasi dan literasi masyrakat, terang dia, menjadi agenda kerja BEI dan pemangku kepentingan lewat jalur Pendidikan formal dan informal. OJK juga diminta menyiapkan strategi dan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan. OJK juga harus mendorong perluasan pemerataan akses keuangan, terutama pasar modal.
Baca Juga
RHB Sekuritas Tetapkan 10 Saham Pilihan Teratas Ini, Bagaimana dengan Pilihan Anda?
Ketiga, terang Ma’ruf, pasar modal perlu memperkuat perluasan jejaring dan sinergi pemangku kepentingan guna mendorong peningkatan perdagangan saham di BEI. “Sinergi BEI dan SRO dengan dukungan OJK untuk mempertahankan operasional perdagangan secara maksimal dan menciptakan ekosistem pasar modal yang kondusif,” terangnya.
Terkait pasar modal tahun 2024, Ma’ruf Amin mengatakan, kinerja pasar modal optimistis lebih cerah sepanjang tahun 2024. Ekspektasi perbaikan pasar modal didukung sejumlah tanda-tanda berikut, yaitu pertumbuhan ekonomi Indonesia hampir mencapai 5% pada kuartal III-2023. Begitu juga dengan pasar modal Indonesia menunjukkan kinerja positif.
Amin mengatakan, kinerja positif pasar modal tahun 2023 ditunjukkan stabilitas yang terjaga, kenaikan aktivitas perdagangan, jumlah penghimpunan dana, dan jumlah investor. Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mencatatkan berbagai prestasi.
“Dengan exit strategy dan kebijakan yang tepat, saya meyakini pasar modal Indonesia mampu berkinerja lebih cerah tahun 2024,” terangnya.

