RAJA Tancap Gas! Ekspansi Hulu–LNG Dongkrak Target Harga Jadi Rp 7.900
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Langkah PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) memperkuat posisinya sebagai pemain gas terintegrasi melalui ekspansi agresif di segmen hulu, midstream, hingga LNG, menjadikan prospek kinerja keuangan dan saham makin kuat ke depan.
Hal ini mendorong Henan Putihrai Sekuritas merevisi naik target harga saham RAJA menjadi Rp 7.900 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Dengan harga penutupan Rp 6.500 kemarin, terbuka peluang penguatan lebih dari 21%. Target harga ini mempertimbangkan valuasi pada model DCF 10 tahun, menggunakan WACC 10,82%, pertumbuhan terminal 5%, serta proyeksi enterprise value 2034 senilai US$ 2,1 miliar.
Baca Juga
RAJA Genjot Pertumbuhan Lewat Akuisisi dan Proyek Baru, Target Harga Sahamnya Direvisi Naik
Analis Henan Putihray (HP) Sekuritas Irsyady Hanief dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin menyebutkan, manajemen RAJA telah mengungkap sejumlah inisiatif strategis yang diyakini akan mendongkrak kinerja keuangan dan memperkuat struktur bisnis jangka panjang.
Di antaranya, RAJA melalui anak usahanya, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), tengah memproses akuisisi kepemilikan minoritas pada salah satu blok minyak dan gas besar di Indonesia. Hingga kini, RAJA sudah memiliki portofolio upstream melalui participating interest non-operating, yaitu 2,2423% di Blok Cepu dan 8% di Blok Jabung.
“Akuisisi baru ini diharapkan mampu untuk meningkatkan produksi, memperbaiki kinerja keuangan, serta memperkuat stabilitas operasional jangka panjang,” tulis analis HP Sekuritas Irsyady.
Baca Juga
BEI Unsuspensi NRCA, AYAM, dan ARKO, Sebaliknya Tiga Saham Ini Disuspensi
RAJA juga melanjutkan ekspansi LNG melalui sejumlah aksi korporasi. Perseroan telah menandatangani Conditional Shares Sale and Purchase Agreement (CSPA) untuk mengakuisisi perusahaan perdagangan gas di Banten. Selain itu, RAJA sedang melakukan due diligence untuk mengambil alih dua perusahaan pelayaran yang memiliki dua LNG Carrier (LNGC) dan satu Very Large Gas Carrier (VLGC).
Secara paralel, RAJA dan mitra strategis sedang melakukan studi kelayakan pembangunan terminal LNG di Banten serta mempersiapkan proyek pabrik LNG di Kalimantan. Guna mendukung perluasan bisnis ini, perseroan mendirikan PT Banawa Rezeki Optima (BRO) dengan 99,99% saham dikuasai RAJA. Perusahaan ini akan memfokuskan pada aktivitas holding dan konsultansi manajemen untuk pelayaran domestik dan internasional.
Penguatan struktur ini memungkinkan RAJA menjembatani kebutuhan infrastruktur antara produsen gas dan konsumen gas di seluruh Indonesia, memantapkan posisi RAJA sebagai pemain LNG terintegrasi di rantai nilai energi nasional.
Baca Juga
Happy Hapsoro Borong 16,24% Saham Pakuang (UANG), Apa Tujuannya?
Selain akuisisi, RAJA tengah menyiapkan konsolidasi menyeluruh pada segmen midstream menjadi sebuah subholding dengan target penyelesaian akhir 2025 atau awal 2026. Segmen midstream RAJA mencakup transportasi gas 65 MMscfd, gas compression 60 MMscfd, operasional terminal LPG 1.000 MT/hari, dan infrastruktur distribusi air bersih.
Menurut HP Sekuritas bahwa Eentitas midstream yang saat ini masih tersebar akan direstrukturisasi secara internal melalui potensi akuisisi intra-grup. Setelah konsolidasi tuntas, RAJA akan meninjau opsi strategis untuk subholding tersebut, termasuk potensi IPO saham guna membuka ruang pertumbuhan lebih besar.

