FORE, Emiten Kedai Kopi Pertama dari Senopati Hingga Paniki
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) merupakan jaringan kedai kopi pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten yang membuka kedai pertamanya di Senopati Jakarta ini, semakin dikenal luas dengan total 290 gerai di 50 kota hingga Paniki-Manado, bahkan Singapura.
Gerai kopi Fore di Paniki-Manado terhitung sebagai gerai dalam negeri yang paling jauh dari Jakarta, tepatnya di ujung Pulau Sulawesi.
Fore diluncurkan pada Agustus 2018 di Jakarta bersamaan dengan aplikasi digitalnya. Menjadi pionir pergeseran tren konsumsi kopi (third wave coffee movement), perseroan menargetkan produknya ke kelas menengah ke atas yang sudah terbiasa membeli makanan dan minuman secara cepat berkat perkembangan ekosistem teknologi di Indonesia.
“Tujuan kami adalah untuk menjadi jaringan kopi terbaik di Indonesia, dengan kopi yang terbuat dari biji kopi lokal, untuk menciptakan pengalaman kopi yang spesial setiap hari,” ujar Direktur Strategi dan Pengembangan Korporasi Fore Kopi Indonesia M Fahmi Rachmattulah di Fore Donut, Panglima Polim, Jumat (21/11/2025).
Perusahaan jaringan kedai kopi yang namanya diadaptasi dari kata forest ini, mengusung segmentasi premium affordable. Perseroan bermaksud, menghadirkan pengalaman menikmati kopi berkualitas premium yang lebih mudah diakses dengan harga terjangkau.
“Kami percaya bahwa kopi bukan hanya sekadar minuman, tetapi juga kebutuhan esensial dalam hidup, yang kami terjemahkan ke dalam tagline #FOREveryone,” imbuh Fahmi.
Adaptasi nama merek dari kata forest, menggambarkan niat manajemen untuk membentuk bisnis yang berkelanjutan (sustainable). Fore menggandeng petani kopi dan pengrajin gula aren lokal sebagai pemasok utama bahan baku produk yang mereka jual.
Baca Juga
Fore Coffe (FORE) Sukses Pertahankan Lompatan Laba Jadi Segini
Perjalanan Fore dari 1 Gerai, Hingga Oversubscribe 200 Kali Saat IPO
○ Perseroan membuka toko pertamanya di Senopati pada 2018
○ Jumlah jaringan kedai kopi ini, tembus 100 gerai pada 2019 dengan pertumbuhan pendapatan yang kuat
○ Inovasi 1 liter fresh made to order drinks lahir dari himpitan pandemi Covid yang menutup banyak gerai pada 2020
○ Fore Kopi Indonesia meluncurkan produk segmen makanan yakni Fore Deli pada 2021
○ Memperluas jangkauan produk untuk pelanggan anak-anak, perseroan meluncurkan Fore Junior dengan Butterscotch Sea Salt Latte sebagai menu signature pada 2022. Saat ini, Butterscotch Sea Salt Latte telah terjual sebanyak 14 juta gelas
○ Pada 2023, Fore meraih sertifikasi halal dan menjalankan Fore Grind Master, sebuah kompetisi dengan standar tinggi bagi para barista perusahaan
○ Kembali melakukan ekspansi besar, Fore Kopi Indonesia membuka lebih dari 60 gerai baru dan mencatatkan lompatan profit yang pesat pada 2024
○ Tahun ini, saham FORE pun resmi terdaftar di BEI dan mencatatkan oversubscription lebih dari 200 kali saat proses IPO
Fahmi menyimpulkan, perjalanan Fore sampai hari ini bergerak dinamis namun terus berkembang. Menurutnya, kunci sukses perusahaan terletak pada ekspansi gerai dengan proses terstruktur dan terencana matang.
“Mulai dari analisis lokasi berbasis data hingga penilaian faktor-faktor seperti aksesibilitas, visibilitas, fasilitas pendukung, dan performa historis. Dengan ini kami dapat memastikan bahwa setiap outlet yang dibuka memiliki potensi performa yang baik, termasuk di kota-kota tier 2 dan tier 3,” paparnya.
Posisi produk yang dikenal sebagai brand premium affordable turut membuat Fore menjadi relevan dan mudah diterima oleh pasar luas di seluruh Indonesia.
“Sehingga juga secara langsung menopang skala ekspansi kami yang cukup cepat, namun tetap terkendali,” pungkasnya.

