Saham TRIN dan SINI Disuspensi Dipicu Lompatan Harga
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) dan PT Singaraja Putra Tbk (SINI) mulai sesi I, Jumat (21/11/2025). Suspensi dipicu atas lompatan harga kedua saham tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
BEI melalui penguman resmi hari ini menyebutkan bahwa dipicu kenaikan harga kumulatif yang signifikan pada saham TRIN dan SINI, BEI memandang perlu untuk menghentikan sementara perdagangan kedua saham tersebut mulai sesi I hari ini. Sejumlah pihak yang berkepentingan diminta untuk senantiasi mematau keterbukaan informasi kedua emiten tersebut.
Baca Juga
IHSG Bisa Lanjutkan Penguatan, Tiga Saham Dipimpin OASA Layak Dilirik
Berdasarkan data BEI, saham TRIN telah melambung lebih dari 157% menjadi Rp 710 dalam sebulan terakhir. Bahkan, TRIN-W2 telah melesat lebih dari 5.733% menjadi Rp 700 sepanjang kurun waktu yang sama.
Begitu juga dengan saham SINI telah melesat lebih dari 76,71% menjadi Rp 8.800 dalam sebulan terakhir. Meski saham ini ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK) penguatan harga hingga auto reject atas (ARA) berhari-hari terus berlanjut.
Sebaliknya, saham PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) dan PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) dibuka kembali atau unsuspensi mulai sesi I, Jumat (20/11/2025). Kedua saham ini dibuka di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Baca Juga
BEI Unsuspensi Saham FPNI dan AMMS, Penguatan bisa Berlanjut?
Sebelumnya saham FPNI disuspensi sejak 13 November tahun ini akibat lompatan harga lebih dari 235% menjadi Rp 640 dalam sebulan terakhir. Meski harga melambung, manajemen FPNI mengakui tak mengetahui pemicu lompatan harga tersebut. Perseroan mengakui sudah melaporkan seluruh informasi material perseroan.
Adapun suspensi AMMS dilakukan BEI sejak 30 Oktober tahun ini dipicu atas lompatan harga lebih dari 127% menjadi Rp 492 dalam sebulan sebelum terkena suspense. Lompatan harga dipicu atas rencana akuisisi pengendali baru saham AMMS yang ditargetkan tuntaskan awal Desember 2025. Saat ini, due diligence saham perseroan oleh investor baru sedang beralngsung.

