Saham Singaraja (SINI) Melesat 360% hingga Disuspensi, tapi Kinerja Keuangan Terpuruk hingga Merugi
JAKARTA, investortrust.id – PT Singaraja Putra Tbk (SINI) membukukan rugi tahun berjalan menjadi Rp 22,35 miliar hingga September 2024, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan laba tahun berjalan Rp 1,33 miliar. Torehan tersebut berbanding terbalik dengan lompatan harga saham SINI dalam tiga bulan terakhir mencapai 360%.
Manajemen SINI dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (29/10/2024), rugi tahun berjalan tersebut berbanding terbalik dengan pendapatan yang justru tumbuh pesat. Pendapatan perseroan melompat dari Rp 22495 miliar hingga kuartal III-2023 menjadi Rp 317,17 miliar.
Baca Juga
Transaksi Saham Singaraja (SINI) Dibuka Kembali Besok, Manajemen Ungkap Target Operasi dan Kinerja
Kenaikan tersebut berimbas terhadap lompatan laba bruto perseroan dari Rp 41,54 miliar menjadi Rp 70,86 miliar. Namun demikian, perseroan justur mencatatkan lompatan beban usaha dari Rp 29,59 miliar menjadiR p 51,38 miliar dan beban keuangan melonjak dari Rp 7,55 miliar menjadi Rp 37,10 miliar.
Lompatan beban tersebut menjadikan perseroan menderita rugi tahun berjalan senilai Rp 22,32 miliar hingga September 2024, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan laba tahun berjalan Rp 1,33 miliar.
Baca Juga
BEI Evaluasi Indeks LQ45, IDX30, dan IDX80, Simak Prospeknya hingga Akhir Tahun
Rugi bersih perseroan tersebut berbanding terbalik dengan gerak harga saham SINI yang melesat dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, hingga kini perdagangan saham SINI masih dihentikan sementara (suspend) akibat lompatan harga pesat.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, saham SINI telah melonjak lebih dari 360% dalam tiga bulan terakhir. Sedangkan kenaikan harga dalam sebulan terakhir sudah mencapai 134,23% dan pada perdagangan hari terakhir sebelum disuspensi saham SINI telah bertengger di level Rp 5.200.
Grafik Saham SINI

