Meski IHSG Anjlok 0,65%, Pemodal Asing Catat Net buy Rp 281,30 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing melanjutkan pembelian bersih (net buy) saham bernilai Rp 281,30 miliar, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/11/2025), ditutup anjlok sebanyak 54,59 poin (0,65%) ke bawah level 8.400, tepatnya 8.361,93.
Net buy terbesar dicatatkan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) senilai Rp 281,30 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 256,63 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 117,50 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 74,35 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 58,11 miliar.
Baca Juga
Waskita Karya (WSKT) Garap Proyek Sekolah Rakyat Rp 1,23 Triliun di Sulsel
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 188,37 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 127,26 miliar, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Rp 73,78 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 59,86 miliar, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 51 miliar.
Penurunan tersebut dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi 2,22%, sektor material dasar 1,32%, sektor industri 1,12%, sektor konsumer primer 1,62%, sektor infrastruktur 0,36%, dan sektor keuangan 0,21%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor properti 2,40%.
Meski IHSG ditutup anjlok, empat saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PEGE menguat 34,68% menjadi Rp 167, ESTA naik 25% menjadi Rp 270, OILS naik 24,56% menjadi Rp 274, dan CBPE menguat 24,48% menjadi Rp 356. Meski tak ARA saham JATI menguat 29,41% menjadi Rp 154, CSIS menguat 20,81% menjadi Rp 505, dan NTBK naik 20,16% menjadi Rp 155.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 46,44 poin (0,55%) ke level penutupan tertinggi sepanjang masa 8.416. Investor asing juga mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham Rp 710,05 miliar didominasi net buy saham BBCA Rp 374,47 miliar, BMRI Rp 359,95 miliar, dan TLKM Rp 102,41 miliar.
Baca Juga
Citi Indonesia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI 'Rebound' di Tahun 2026
Kenaikan ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor konsumer primer 2,03%, sektor properti 2,41%, sektor infrastruktur 0,90%, sektor industri 0,30%, sektor keuangan 0,63%, dan sektor energi 0,91%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor material dasar, kesehatan, konsumer non primer, teknologi, dan transportasi.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham ini catatkan kenaikan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham APEX naik 34,51% menjadi Rp 191, saham MINA menguat 34,44% menjadi Rp 242, dan saham RISE naik 19,89% menjadi Rp 10.550. Kenaikan pesat juga melanda saham BEER sebanyak 19,55% menjadi Rp 214, CRSN naik 19,26% menjadi Rp 161, dan NRCA menguat 18,27% menjadi Rp 1.165.

