Edukasi Kripto Gratis dari CryptoWave, Solusi untuk Hadapi 'Crash' Pasar Kripto
Poin Penting
●
CryptoWave komitmen beri edukasi gratis usai crash kripto global US$17 miliar.
●
Goldwin Halim dorong literasi blockchain dan Web3 agar investor lebih tangguh.
●
Indonesia berpotensi jadi pusat talenta blockchain Asia lewat edukasi terarah.
JAKARTA, investortrust.id - Founder & CEO CryptoWave Goldwin Halim menyatakan bahwa pasar kripto global mengalami crash terbesar sepanjang sejarah pada 11 Oktober lalu, dengan likuidasi mencapai lebih dari US$ 17 miliar. Dampaknya juga dirasakan oleh masyarakat Indonesia, terutama para investor dan trader kripto yang mengalami kerugian signifikan.
Dalam acara Press Conference Kolaborasi Triv Foundation x MEXC Foundation, Goldwin menegaskan bahwa Cryptowave tetap berkomitmen memberikan edukasi kripto secara gratis kepada masyarakat Indonesia. Tujuannya adalah agar investor dapat memahami penyebab crash dan segera pulih dari dampaknya.
“Namun Cryptowave tetap berkomitmen memberikan edukasi kripto secara gratis, agar investor bisa memahami penyebab crash dan segera pulih dari dampaknya,” ujar Goldwin di Four Season Hotel Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Goldwin menjelaskan, Cryptowave juga menyediakan beberapa layanan untuk meningkatkan literasi dan ketahanan di industri aset digital. Di antaranya adalah paparan riset, kurs, dan outlook pasar kripto secara terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Lebih lanjut, Goldwin menyebut, industri blockchain dan Web3 sangat cepat berkembang, sehingga membutuhkan informasi yang lebih luas. Literasi yang tepat membuat masyarakat bisa membedakan inovasi dari spekulasi.
“Dengan edukasi publik yang benar, kita bisa memperkuat ekosistem, bukan hanya dari sisi investor, tetapi juga dari sisi inovator dan talenta masa depan,” ungkap Goldwin.
Di sisi lain, Goldwin membeberkan bahwa minat mahasiswa terhadap blockchain dan Web3 saat ini juga amat sangat besar. Bahkan, lebih besar dari beberapa tahun lalu, tapi sayangnya masih belum terarah.
"Banyak mahasiswa tertarik karena tren, bukan karena pemahaman mendalam. Di sinilah program seperti kolaborasi Triv Foundation x MEXC Foundation memiliki peran penting untuk mengubah rasa ingin tahu menjadi kompetensi nyata," kata Goldwin.
Dari kiri ke kanan, CMO TRIV Jordan Simanjuntak, CEO & Founder TRIV Gabriel Rey, VP Of Mexc Foundation Kristina Xu, ID Country Manager of Mexc Foundation Excel, dan CEO Cryptowave Goldwin pada acara pengumuman kolaborasi Triv Foundation x MEXC Foundation, di Jakarta, Rabu (12/11/2025). Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal
Goldwin menambahkan, CryptoWave sendiri hadir sebagai penghubung antara industri dan masyarakat. Tugas CryptoWave memastikan informasi mengenai program ini tersampaikan dengan akurat, mudah dipahami, dan menarik, terutama bagi mahasiswa dan talenta muda yang ingin masuk ke dunia
Web3.
“Kami ingin memastikan edukasi tidak hanya informatif, tapi juga relevan dan membangun kepercayaan,” tambah Goldwin.
Adapun prospek talenta blockchain dan Web3 Indonesia dibanding negara Asia lain, kata Goldwin tidak tertinggal, justru Indonesia justru sedang masuk fase percepatan. Indonesia punya user base raksasa, komunitas aktif, dan sekarang mulai punya dukungan institusional. Menurutnya, yang perlu dikejar adalah kompetensi teknis mendalam seperti smart contract, keamanan, dan riset. Dengan ekosistem yang tepat, Indonesia bisa menjadi salah satu pusat talenta terkuat di Asia Tenggara.
“Tantangannya kombinasi dari beberapa hal, misalnya sumber belajar berbahasa Indonesia masih minim, stigma 'kripto cepat kaya' masih kuat, dan role model lokal di bidang teknis masih sangat sedikit. CryptoWave ingin mengisi gap itu dengan menghadirkan edukasi yang kredibel, terstruktur, dan berbasis data,” pungkasnya.