Sempat Cetak Rekor Tertinggi Baru 8.478, IHSG Ditutup Berbalik Turun Tipis
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/11/2025), ditutup berbalik melemah tipis sebanyak 3,35 poin (0,04%) menjadi 8.391,24. Indeks berbalik melemah setelah sempat menyentuh level tertinggi baru 8.478 pada perdagangan intraday sesi I dengan rentang pergerakan 8.391-8.478 dengan nilai transaksi Rp 19,52 triliun.
Pelemahan tersebut berbanding terbalik dengan mayoritas sektor saham yang justru menguat, seperti sektor industri naik 3%, sektor material dasar menguat 1,19%, sektor properti naik 2,55%, sektor teknologi menguat 3,87%, dan sektor infrastruktur menguat 1,29%. Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor kesehatan 0,74%.
Baca Juga
Perdana, BRI Manajemen Investasi Terbitkan KIK EBA Syariah Senilai Rp 1,95 Triliun
Meski indeks melemah tipis, enam saham berikut justru catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham URBN menguat 34,78% menjadi Rp 186, BLUE naik 25% menjadi Rp 3.250, INET melesat 25% menjadi Rp 400, UANG naik 24,88% menjadi Rp 2.710, GLVA menguat 24,86% menjadi Rp 462, dan PJHB menguat 24,27% menjadi Rp 640.
Kenaikan juga melanda saham NRCA sebanyak 21,43% menjadi Rp 1.020, TALF menguat 20,79% menjadi Rp 610, dan KBLV menguat 20,42% menjadi Rp 171.
Adapun sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil mencetak rekor tertinggi atau penutupan tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) selama tiga hari beruntun. Rekor tersebut menjadikan penguatan pekan ini mencapai 2,83% menjadi 8.394.
Baca Juga
Tantangan Industri Baja RI, 55% Kebutuhan Masih Dipenuhi Impor dari China
Rekor pertama terjadi pada 5 November dengan penguatan indeks sebanyak 76,61 poin (0,93%) menjadi Rp 8.318. Rekor selanjutnya terjadi pada 6 November setelah menguat 18,53 poin (0,22%) menjadi Rp 8.337. Terakhir rekor pada 7 November dengan penguatan 57,53 poin (0,69%) menjadi 8.394.
Penguatan tersebut memicu kapitalisasi pasar BEI melesat sebanyak Rp 459 triiliun atau 3,09% menjadi Rp 15.316 triliun. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 3,45 triliun sepanjang pekan ini.

