Bagikan Dividen Interim US$ 250 Juta, Bagaimana dengan Target Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) memutuskan pembagian dividen tunai interim tunai tahun buku 2025 dengan total US$ 250 juta. Keputusan ini telah disetujui oleh Direksi dan Dewan Komisaris perseroan pada 7 November 2025.
Manajemen menegaskan bahwa dividen tersebut bersifat tunai, tanpa efek ekuitas lain yang dapat dikonversi menjadi saham. Pembagian dividen didukung oleh posisi keuangan perseroan per 30 September 2025, dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai US$ 587,32 juta dan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar US$ 972,16 juta.
Baca Juga
Big Banks Jadi Incaran Asing, Ini Target Harga BBCA, BMRI, BBNI, dan BBRI
Terkait kinerja keuangan, AADI mencatatkan penurunan pendapatan menjadi US$ 3,60 miliar hingga kuartal III-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 4,04 miliar. Penurunan tersebut memicu laba usaha melemah dari US$ 1,24 miliar menjadi US$ 810,55 juta.
Laba periode berjalan juga terpangkas dari US$ 1,16 miliar menjadi US$ 654,86 juta hingga September 2025. Adapun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$ 587,3 juta. Perseroan juga mencatatkan kas dan setara kas akhir periode masih terjaga dengan nilai jumbo senilai US$ 1,41 miliar.
Terkait kinerja tersebut, analis Mandiri Sekuritas Ariyanto Kurniawan dan Vanessa Taslim mengatakan, raihan laba bersih US$ 587,3 juta sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025 masih sejalan dengan ekspektasi perusahaan dan konsensus analis, meski mengalami penurunan.
Baca Juga
FPNI Pimpin Daftar Top Gainers Mingguan, Naik 150% dalam Sepekan
Penurunan laba terutama dipengaruhi oleh rata-rata harga jual (average selling price/ASP) yang lebih rendah serta peningkatan biaya penambangan, seiring kenaikan stripping ratio. Meski demikian, kinerja perusahaan masih berada dalam rentang target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sejalan dengan pencapaian tersebut, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham AADI dengan target harga level Rp 10.500 per saham. Rekomendasi tersebut mencerminkan keyakinan bahwa AADI masih memiliki prospek jangka menengah yang solid didukung posisi biaya operasional yang kompetitif dan strategi produksi yang terukur.

