Prospektus IPO Saham Beredar di Publik, Super Bank Ungkap Begini
JAKARTA, investortrust.id - PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) buka suara terkait beredarnya dokumen prospektus awal penawaran umum perdana saham (IPO) saham yang beredar di publik baru-baru ini.
“Saya aja belum pernah liat,” kata Komite Komisaris Superbank Hamdi Hassyarbaini saat dihubungi investortrust.id, Jumat (7/11/2025).
Baca Juga
Tiga Emiten Lighthouse Bersiap Masuk, Berikut Daftar Sektornya
Dalam dokumen bertajuk Prospektus Awal tersebut, tercantum bahwa masa penawaran awal diperkirakan berlangsung pada 17–24 November 2025, dengan tanggal efektif 3 Desember 2025, dan penawaran umum perdana saham pada 5–9 Desember 2025. Sementara, pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 11 Desember 2025.
Masih berdasarkan dokumen itu, emiten dengan nama resmi PT Super Bank Indonesia Tbk akan menawarkan saham perdana sebanyak 5,206,180,200 lembar saham biasa atas nama atau setara dengan 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan nominal tersebut perseroan berpeluang meraup dana segar senilai Rp 5,36 triliun.
Baca Juga
Superbank Raup Laba Sebelum Pajak Rp 80,9 Miliar dan Punya 5 Juta Nasabah di Kuartal III 2025
Dalam rencana IPO itu, terdapat empat penjamin pelaksana emisi efek yakni PT Mandiri Sekuritas, CLSA Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sucor Sekuritas.
Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan bahwa masih ada tiga perusahaan lighthouse yang bersiap melantai di bursa hingga akhir 2025. Ketiga calon emiten itu berasal dari sektor infrastruktur, pertambangan, dan keuangan.

