Net Buy Berlanjut Rp 1,13 Triliun, Asing Borong BBRI hingga TLKM
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing melanjutkan pembelian bersih (net buy) saham di seluruh pasar Rp 1,13 triliun, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/10/2025), ditutup melemah 20,18 poin (0,25%) menjadi 8.163,88. Indeks bergerak dalam rentang 8.144-8.215 dengan nilai transaksi Rp 15,25 triliun.
Net buy terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 661,91 miliar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 265,47 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 157,18 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 125,41 miliar, dan PT Trimegah Sekuritas Tbk (TRIM) Rp 105,39 miliar.
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 230,21 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 224,24 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 87,99 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 77,33 miliar, dan PT Timah Tbk (TINS) Rp 57,74 miliar.
Baca Juga
Harita Nickel (NCKL) Catat Pendapatan Rp 22,40 Triliun, Bukti Efisiensi dan Keberlanjutan
Pelemahan tersebut dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor industri turun 1,50%, sektor properti 1,17%, sektor material dasar 0,96%, sektor kesehatan 0,96%, sektor energi 0,32%, dan sektor keuangan 0,39%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor konsumer primer, infrastruktur, transrportasi, dan konsumer non primer.
Meski indeks melemah tipis, dua saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu DWGL naik 24,86% menjadi Rp 462 dan TBIG melesat 24,61% menjadi Rp 2.380. Meski tak ARA, saham LINK melesat 24,45% menjadi Rp 3.410, TEBE naik 16,36% menjadi Rp 2.560, dan KDTN menguat 15,71% menjadi Rp 162.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 17,84 poin (0,22%) menjadi 8.184 disertai dengan investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 784,98 miliar. Net buy terbanyak melanda saham BMRI Rp 649,25 miliar, BBCA Rp 219,74 miliar, dan GOTO Rp 98,51 miliar.
Baca Juga
Pemerintah Beri Sinyal Diskon Tarif Tol 20% di Libur Nataru dan Lebaran
Kenaikan ditopang penguatan beberapa sektor saham, seperti sektor keuangan 1,14%, sektor teknologi 1,87%, energi 1,30%, sektor industri 0,88%, sektor konsumer primer 0,18%, dan sektor kesehatan 0,27%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer, material dasar, konsumer non primer, dan properti.
Di tengah kenaikan tersebut, beberapa saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham SSTM naik 25% menjadi Rp 875, DWGL menguat 25% menjadi Rp 370, ITIC melesat 24,74% menjadi Rp 474, dan TALF naik 24,40% menjadi Rp 520. Kenaikan juga melanda saham ASLI sebanyak 21,11% menjadi Rp 218.

