IHSG Akhir Pekan Turun 0,25%, Sebaliknya TBIG dan DWGL Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/10/2025), ditutup turun 20,18 poin (0,25%) menjadi 8.163,88. Indeks bergerak dalam rentang 8.144-8.215 dengan nilai transaksi Rp 15,25 triliun.
Pelemahan tersebut dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor industri turun 1,50%, sektor properti 1,17%, sektor material dasar 0,96%, sektor kesehatan 0,96%, sektor energi 0,32%, dan sektor keuangan 0,39%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor konsumer primer, infrastruktur, transrportasi, dan konsumer non primer.
Baca Juga
TKD Berkurang, Mendagri Kumpulkan Sekda se-Indonesia untuk Beri Arahan
Meski indeks melemah tipis, dua saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu DWGL naik 24,86% menjadi Rp 462 dan TBIG melesat 24,61% menjadi Rp 2.380. Meski tak ARA, saham LINK melesat 24,45% menjadi Rp 3.410, TEBE naik 16,36% menjadi Rp 2.560, dan KDTN menguat 15,71% menjadi Rp 162.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 17,84 poin (0,22%) menjadi 8.184 disertai dengan investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 784,98 miliar. Net buy terbanyak melanda saham BMRI Rp 649,25 miliar, BBCA Rp 219,74 miliar, dan GOTO Rp 98,51 miliar.
Baca Juga
Tol Gilimanuk-Mengwi dan Sentul-Karawang Mulai Digarap Tahun Depan
Kenaikan ditopang penguatan beberapa sektor saham, seperti sektor keuangan 1,14%, sektor teknologi 1,87%, energi 1,30%, sektor industri 0,88%, sektor konsumer primer 0,18%, dan sektor kesehatan 0,27%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer, material dasar, konsumer non primer, dan properti.
Di tengah kenaikan tersebut, beberapa saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham SSTM naik 25% menjadi Rp 875, DWGL menguat 25% menjadi Rp 370, ITIC melesat 24,74% menjadi Rp 474, dan TALF naik 24,40% menjadi Rp 520. Kenaikan juga melanda saham ASLI sebanyak 21,11% menjadi Rp 218.

