Transformasi Berjalan Baik, TOBA Cetak Adjusted EBITDA US$ 31,8 Juta hingga Kuartal III-2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatatkan adjusted EBITDA sebesar US$ 31,8 juta hingga kuartal III-2025. Capaian ini mencerminkan ketahanan kinerja perusahaan di tengah proses transisi bisnis dari batu bara ke portofolio energi hijau dan layanan pengelolaan limbah.
Secara kuartalan, adjusted EBITDA kuartal III/2025 mencapai US$ 11 juta atau sekitar Rp 181,5 miliar (kurs US$1 = Rp16.500), meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan kuartal II-2025. Analis Ajaib Sekuritas, Rizal Rafly menilai evaluasi kinerja TOBA lebih relevan dilakukan secara kuartalan, seiring perusahaan menyelesaikan divestasi bisnis PLTU pada semester I-2025.
Baca Juga
Transformasi Hijau Berbuah, Bisnis Limbah TOBA Melonjak 1.048% di Kuartal III-2025
“Transformasi ini membuat perbandingan year on year tidak apple to apple, karena bisnis yang didivestasi sebelumnya telah mature. Sedangkan bisnis baru berbasis sustainability masih dalam fase pertumbuhan,” ujarnya.
Meski demikian, TOBA masih membukukan rugi bersih US$ 128 juta yang sebagian besar bersifat non-kas, terkait penyesuaian akuntansi atas divestasi dua proyek PLTU, yakni Minahasa Cahaya Lestari (MCL) dan Gorontalo Listrik Perdana (GLP) senilai US$ 96,9 juta.
Rizal menambahkan, keuntungan bersih inti berada di kisaran US$ 1,8 juta setelah mengecualikan faktor non-berulang dan kontribusi pertambangan batu bara. “Ini menunjukkan momentum positif transformasi yang berjalan,” tegasnya.
Baca Juga
Revisi Perpres PLTSa Jadi Katalis, TOBA Siapkan Ekspansi Bisnis Waste to Energy ke Asia Tenggara
Hingga September 2025, TBS membukukan pendapatan konsolidasi US$ 288,17 juta. Dari jumlah tersebut, segmen pengelolaan limbah menyumbang US$ 111,92 juta atau 39% terhadap pendapatan dan 88% terhadap adjusted EBITDA, meningkat dari kontribusi 35% pada semester I-2025.
Segmen pengolahan limbah dijalankan melalui CORA Environment, Asia Medical Enviro Services (AMES), dan ARAH Environmental, dengan kapasitas pengelolaan lebih dari 1 juta ton limbah per tahun. TBS juga menyiapkan investasi lebih dari US$ 200 juta untuk ekspansi regional lima tahun ke depan.
Baca Juga
TOBA Energi Fokus ke Limbah dan Energi Terbarukan, Begini Potensi Sahamnya
Di sisi kendaraan listrik, Electrum, perusahaan joint venture TOBA, mencatat peningkatan jumlah motor listrik beroperasi menjadi lebih dari 6.400 unit, tumbuh 100% secara tahunan, dengan dukungan 364 stasiun penukaran baterai. Segmen ini membukukan pendapatan US$ 5,84 juta hingga September 2025.
Adapun harga saham TOBA menunjukkan penurunan drastic dalam dua hari terakhir, bahkan ditutup melemah hingga auto reject bawah (ARB) kemarin. Hingga penutupan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/10/2025), saham TOBA melemah 3,53% menjadi Rp 820. Dalam sebulan terakhir, saham TOBA telah tegerus lebih dari 34%.

