Laba Sunindo (SUNI) Capai Rp 146 Miliar hingga September 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) mencatatkan laba bersih sebanyak Rp 146 miliar hingga kuartal III-2025 atau mengalami penurunan sebanyak 13% dari periode sama tahun lalu. Realisasi tersebut setara dengan 85% dari target revisi laba bersih tahun ini.
Manajemen SUNI dalam penjelasan resminya menyebutkan, penurunan laba sejalan dengan pelamah pendapatan usaha sebanyak 11% menjadi Rp 715 miliar. Meski demikian realisasi pendapatan ini sudah merefleksikan 75% dari target tahun ini.
Baca Juga
Tuntaskan Pabrik Kedua di Batam, Sunindo (SUNI) kembali Siapkan Investasi Ini
Penurunanpendapatan usaha akibat penurunan volume penjualan OCTG casing, sedangkan volume penjualan OCTG tubing masih stabil dalam sembilan bulan terakhir. Volume penjualan OCTG pada kuartal III-2025 lebih baik dibandingkan dengan penjualan pada semester I, sehingga dapat membantu menopang kinerja tahun ini.
Perseroan juga mencatatkan CAGR laba bersih dan penjualan pada periode 2021-2024adalah masing-masing sebesar 63% dan 35%. Hal ini menunjukkan pertumbuhan yang pesat sepanjang periode tersebut.
Direktur Utama Sunindo Pratama (SUNI) Willy Johan Chandra menyatakan bahwa meskipun hasil pada kuartal III-2025 turun, disbanding periode sama tahun lalu, SUNI tetap dalam jalur pertumbuhanyang diharapkan dan masih dalam pencapaian level laba yang solid.
Baca Juga
Laba Jasa Marga (JSMR) Turun Jadi Rp 2,72 Triliun, Meski Pendapatan Naik
“Jika melihat rata-rata penjualan maupun laba dalam beberapa tahun ini masih cukup baik dan masih dalam koridor rencana strategis perseroan. Secara kumulatif, penurunan kinerja perseroan tak signifikan dibandingkan dengan tahun lalu. Perseroan saat ini juga sedang berusaha untuk dapat memenangkan tender-tender yang baru,” tulisnya dalam rilis tersebut.
Saat ini, dia mengatakan, SUNI masih terus berfokus pada peningkatan kapasitas produksi in-house melalui entitas anak usaha, PT Rainbow TubularsManufacture (RTM). Fasilitas plant 2 RTM ini ditargetkan beroperasi tahun 2026. Pembangunan fisik hampir selesai hingga.
Sementara itu, Direktur Operasional SUNI BambangPrihandono mengatakan bahwa perseroan terus mempersiapkan tim operasional yang diperlukan berkaitan dengan pembangunan dan operasional plant 2 RTM. “Kami telah mencoba untuk membuat produk-produk yang baru untuk menggenjot kinerja saat kapasitas produksi dari plant 2 RTM dioperasikan,” tulisnya.
Tahun lalu, SUNI menyelesaikan pendirian workshop untuk produk wellhead dan x’mas tree sebagai langkah lanjutan pembentukan joint venture bersama Jiangsu Jinshi Machinery Group (JMP), PT Petro Sinergy Manufacturing(PSM). Saat ini, PSM telah mulai beroperasi secara komersial.

