Laba Berpotensi Tumbuh 14,5%, Saham Mitra Keluarga (MIKA) dapat Rating Beli
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten rumah sakit, PT Mitra Keluarga Tbk (MIKA) mendapat rating beli seiring potensi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih masa datang.
Analis PT Panin Sekuritas Rizal Rafly memberikan target price saham MIKA pada level Rp 3.100, mengimplikasikan EV/EBITDA sebesar 26,4 kali di tahun 2024.
Target ini sedikit di atas konsensus dengan target price Rp 2.950. Artinya saham MIKA berpotensi menguat sebesar 14,8% dari level harga saat ini. Sementara harga saham MIKA tercatat mengalami penurunan 1,48% ke level 2.660, pada penutupan pasar saham, Jumat, (15/01/2024).
Baca Juga
Fase Bullish Diprediksi Berlanjut, Cermati Rekomendasi 4 Saham Syariah Ini
Berderet katalis positif menjadi perhitungan Rizal dalam menentukan rating beli terhadap MIKA, salah satunya strategi ekspansi yang akan ditempuh Perseroan.
Diketahui, MIKA akan fokus pada peningkatan center of excellence (COE) pada beberapa bidang utama, diantaranya adalah onkologi, otak dan tulang belakang, serta MRI. “Kami melihat hal ini akan meningkatkan case complexity dan meningkatkan intensitas pendapatan dari Perseroan,’’ ulas Rizal dalam riset yang diterbitkan belum lama ini.
Strategi lain yang dianggap menarik adalah, mendongkrak volume pasien di RS Kasih, yang mayoritas merupakan pasien BPJS dengan menambahkan 200-220 bed di RS Kasih existing, di mana saat ini bed occupancy rate (BOR) dari RS Kasih tergolong cukup tinggi di kisaran 80%.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Rebound, Cek Saham GOTO, MIKA, MAPI, dan MEDC
Perlu diketahui bahwa ekspansi di RS Kasih mayoritas difokuskan untuk pasien private dan juga COB. Perseroan berencana untuk menambah 1 rumah sakit greenfield dibawah Kasih Group di daerah Cirebon, Jawa Barat yang akan dilakukan groundbreaking pada Januari 2024 dengan kapasitas tempat tidur 140-150 bed.
Selain itu perseroan juga akan membangun 2 rumah sakit lagi dibawah Mitra Keluarga di daerah Jawa Timur dan Jabodetabek, dengan kapasitas tempat tidur awal masing-masing adalah 50-60 bed.
Tidak kalah penting langkah Perseroan memacu pendapatan dari segmen BPJS juga berkontribusi penting terhadap kinerja MIKA. Perseroan tercatat mengalami kenaikan pendapatan BPJS sebesar 23,6% YoY pada kuartal III-2023, hal tersebut membawa kenaikan porsi pendapatan BPJS menjadi 18,8% pada periode tersebut.
Manajemen MIKA memperkirakan kenaikan porsi pendapatan BPJS berada di kisaran 25% dari total pendapatan. Terkait target tadi Perseroan melakukan convert 2 rumah sakit existing untuk melayani pasien BPJS, yaitu rumah sakit Mitra Keluarga Slawi yang memang direncanakan untuk menjadi rumah sakit BPJS yang saat ini masih dalam tahap perizinan, dan rumah sakit Mitra Keluarga Deltamas.
RS terakhir memang menargetkan pekerja di area industri yang saat ini telah resmi diconvert menjadi rumah sakit BPJS. Langkah tersebut bertujuan agar perseroan dapat melayani pasien COB karena rumah sakit tersebut berlokasi di kawasan industri, di mana terdapat banyak permintaan dari klien korporasi. Perseroan mencatatkan kenaikan kontribusi dari volume pasien COB menjadi 5-6% pada kuartal III-2023.
Terkait Langkah tadi, Panin Sekuritas memproyeksikan pendapatan perseroan akan tumbuh sebesar 2,8% pada 2023 dan sebesar 11,7% pada 2024.
‘’Selain itu kami memproyeksikan perseroan masih membukukan penurunan laba bersih pada 2023 sebesar -7,0% YoY, namun laba bersih diproyeksikan akan tumbuh sebesar 14,5% YoY pada tahun 2024 seiring dengan meningkatnya case complexity, peningkatan volume pasien, dan juga beberapa rumah sakit yang akan mencatatkan EBITDA positif seperti di RS Mitra Keluarga Slawi dan RS Mitra Keluarga Grand Wisata, Bekasi,’’ Ulas Panin Sekuritas.
Sebagai catatan, saat ini pemegang saham mayoritas Perseroan dipegang oleh PT Griyainsani Cakrasadaya sebesar 61,86%, kemudian Masyarakat sebanyak 36,37% dan jumlah saham treasury dengan porsi 1,77%.

