Saham Mitra Keluarga (MIKA) Direvisi Naik, Simak Faktor Penopang Ini
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) direvisi naik, seiring dengan peningkatan laba yang solid pada semester I-2024. Pertumbuhan kuat tersebut diprediksi terus berlanjut hingga tahun 2025 sejalan dengan focus penerapan strategi perseroan.
MIKA mencatatkan kenaikan laba bersih sebanyak 32,5% dari Rp 453 miliar menjadi Rp 601 miliar hingga Juni 2024. Kenaikan sejalan dengan pertumbuhan pendapatan dari Rp 2,04 triliun semester I-2023 menjadi Rp 2,45 triliun pada semester I-2024.
Baca Juga
Target Keuangan dan Saham Mitra Keluarga (MIKA) Direvisi Naik, Berikut Faktornya
Analis BRI Danareksa Sekuritas Ismail Fakhri Suweleh mengatakan, performa MIKA sepanjang semester I-2024 menunjukkan pertumbuhan pesat sejalan dengan strategi penguatan marketing dan efisiensi biaya. Langkah tersebut dicapai dengan menggencarkan marketing ke pasien asuransi swasta.
“Dengan kenaikan laba tersebut, kami memiliki merevisi naik target EPS perseroan tahun 2024 dan 2025 masing-masing 5% dan 9%,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta hari ini.
Estimasi Kinerja Keuangan MIKA
Dengan demikian, saham MIKA dipertahankan rekomendasi beli dengan target harga direvisi naik dari Rp 3.200 menjadi Rp 3.400. Revisi naik target tersebut menggambarkan oulook kinerja keuangan perseroan lanjutkan penguatan ke depan.
Terkait paruh kedua 2024, dia mengatakan, perseroan telah mereorganisasi tim marketing untuk focus secara terpisah yang menyasar konsumen perorangan yang menggunakan asuransi kesehatan swasta dan konsumen yang ditanggung asuransi perusahaan.
Upaya tersebut membuahkan hasil terlihat dari pertumbuhan pendapatan dari pasien yang ditanggung asuransi swasta mencapai 24%. Sedangkan biaya marketing hanya naik 7% dengan menerapkan kebijakan baru tersebut. Perseroan juga menunjukkan peningkatan margin operasional terkait perawatan pasien intensitas tinggi untuk pemanfaatkan radioterapi dan onkologi.
Baca Juga
Menkes Ungkap Harga Obat di Indonesia 5 Kali Lebih Mahal dari Malaysia
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan dengan strategi tersebut keberlanjutan pertumbuhan kinerja keuangan perseroan cenderung berlanjut. Pertumbuhan juga didukung kuatnya kepercayaan Masyarakat terhadap MIKA dan kemampuan perseroan untuk menentukan harga layanan.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 1,20 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 916 miliar. Pendapatan perseroan juga diprediksi meningkat dari Rp 4,26 triliun menjadi Rp 4,98 triliun.
Grafik Saham MIKA

