Agresif di Proyek Biogas, Emiten Peter Sondakh (BWPT) Gandeng ABM Investama (ABMM)
JAKARTA, investortrust.id – Emiten perkebunan yang dikuasai oleh Grup Rajawali milik Peter Sondakh, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) menjalin kerja sama pengembangan energi terbarukan dengan PT Anzara Janitra Nusantara. Nama terakhir merupakan anak perusahaan PT ABM Investama Tbk (ABMM).
Sekretaris Perusahaan PT Eagle High Plantations Tbk, Andrew Haryono, mengatakan, kedua pihak sepakat bekerja sama mengembangkan proyak Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) atau Biogas Power Plant.
Baca Juga
BEI Resmi Cetak Rekor IPO Terbanyak, Dana Terhimpun Tembus Rp 49,60 Triliun
“Proyek ini berlokasi di salah satu pabrik kelapa sawit di Kalimantan Tengah,” papar Andrew dalam keterbukaan informasi yang dilansir, Jumat (6/10/2023).
Lebih lanjut dipaparkan, proyek ini bertujuan untuk mengolah limbah cair pabrik kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) menjadi energi terbarukan.
“Proses untuk menghasilkan energi listrik ini mengurangi emisi gas rumah kaca melalui penangkapan gas metana,” urainya.
Adapun tujuan transaksi ini kata dia akan memperkuat arus kas dan memberikan dampak positif terhadap kelangsungan usaha Perseroan ke arah yang lebih baik lagi, sembari menyebutkan kalau informasi transaksi ini tidak terdapat dampak hukum terhadap perseroan.
Baca Juga
Resmi Listing, IPO Pengembang Asal Madura (KOCI) Oversubscribed 30,11 Kali
Sebelumnya dalam keterangan resminya belum lama ini, Direktur Utama BWPT, Henderi Djunaidi, menyampaikan BWPT mengalokasikan anggaran capex sebesar Rp 1 triliun untuk pengembangan bisnis yang agresif selama 3 tahun ke depan.
Henderi menambahkan, capex tersebut akan digunakan untuk pengembangan dan pembangunan beberapa pabrik baru kelapa sawit, biogas plant, serta penambahan areal perkebunan kelapa sawit baik secara organik ataupun anorganik.
“Perseroan akan merealisasikan pembangunan 1 pabrik di Kalimantan Timur yang rencananya akan dilakukan groundbreaking di awal Agustus 2023. Perseroan juga mengalokasikan anggaran capex untuk penerapan inisiatif-inisiatif ESG serta transformasi digitalisasi yang terintegrasi guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas” ujar Henderi.

