Multipolar Technology (MLPT) Pimpin Inisiatif Bersama Indonesia–Tiongkok dalam Program Global Health Artificial Intelligence
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) pada Minggu (19/10/2025) mengumumkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Tsinghua University (Republik Rakyat Tiongkok), Universitas Pelita Harapan (UPH) (Republik Indonesia), dan MLPT untuk pembentukan program Global Health Artificial Intelligence.
Seremoni penandatanganan berlangsung di Lippo AI Tower, Jakarta, dan menjadi tonggak penting dalam kolaborasi Indonesia–Tiongkok di bidang kecerdasan buatan (AI) untuk layanan kesehatan, di bawah kepemimpinan dan manajemen program oleh MLPT.
Penandatanganan ini disaksikan oleh Prof. Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia, Dr. Mochtar Riady, Founder & Chairman Lippo Group, dan Wang Lutong, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia.
Program Global Health Artificial Intelligence akan berada di bawah pengelolaan dan koordinasi MLPT, yang akan menyinergikan riset akademik, infrastruktur teknologi, serta implementasi praktis di kedua negara.
Baca Juga
Saham Multipolar Technology (MLPT) Melesat 2.549% Setahun, Kinerja Keuangannya Ternyata Begini
Program ini mempertemukan:
• Tsinghua University – salah satu universitas terbaik di dunia, mewakili keunggulan Tiongkok dalam AI dan ilmu kehidupan.
• Universitas Pelita Harapan (UPH) – pelopor pendidikan AI dan ilmu data terapan di Indonesia.
• MLPT (Lippo Group) – penggerak teknologi Indonesia dalam layanan cloud, hybrid data center, keamanan siber, data analytics, dan solusi berbasis AI.
Ketiga institusi ini akan berkolaborasi dalam riset bersama, transfer teknologi, dan pengembangan talenta untuk mempercepat pemanfaatan AI dalam meningkatkan layanan kesehatan, pencegahan penyakit, dan sistem kesehatan masyarakat di seluruh Asia.
“MLPT merasa terhormat mengambil peran kepimpinan dalam kemitraan strategis ini. Program ini mempertemukan para pemikir terbaik dunia dari Tsinghua dan UPH, menggabungkan keunggulan akademik dengan penerapan industri. Misi kami adalah mengubah riset menjadi solusi AI nyata yang dapat menyelamatkan nyawa dan membentuk masa depan layanan kesehatan," kata Harianto Gunawan, Presiden Direktur Multipolar Technology dalam siaran pers, Senin (20/10/2025).
Program Global Health Artificial Intelligence akan berfokus pada tujuh bidang utama kolaborasi:
1. Riset dan Pengembangan Bersama – Analisis genomik berbasis AI, penemuan vaksin, optimalisasi manajemen rumah sakit, analitik prediktif, dan pengobatan presisi.
2. Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas – Program bersama, lokakarya, dan kurikulum pascasarjana dalam AI untuk kesehatan.
3. Pertukaran Personel – Pertukaran peneliti dan klinisi untuk mendorong inovasi lintas negara.
4. Transfer Teknologi dan Komersialisasi – Pengembangan jalur adopsi industri dan produksi lokal.
5. Ilmu Regulasi dan Harmonisasi – Pengembangan standar etika, keamanan, dan tata kelola AI dalam teknologi kesehatan.
6. Inisiatif Laboratorium Bersama – Persiapan untuk Laboratorium Bersama Belt and Road dalam AI untuk Kesehatan Global.
7. Kegiatan Kolaboratif Lainnya – Proyek-proyek yang disepakati bersama dalam AI untuk kesehatan dan ilmu kehidupan.
Baca Juga
Menko Airlangga: Pemerintah Dorong Ekosistem Semikonduktor dan Artificial Intelligence
Kolaborasi ini dibangun di atas kerangka Belt and Road Initiative (BRI) dan Global Maritime Fulcrum (GMF) antara Pemerintah Indonesia dan Tiongkok, memperkuat kerja sama bilateral dalam sains, teknologi, dan pertukaran talenta.
Prof. Qiu Yong, Chairman Tsinghua University Council menyampaikan, MoU ini mencerminkan visi bersama untuk memajukan AI sebagai kekuatan bagi kesetaraan kesehatan global. Tsinghua berkomitmen memperdalam kolaborasi dengan Indonesia melalui riset, inovasi, dan pendidikan dalam AI dan ilmu kesehatan.
Sementara itu, Dr. Stephanie Riady, B.A., M.Ed, Presiden Universitas Pelita Harapan (UPH) menekankan misi pendidikan UPH. “UPH bangga mewakili kontribusi akademik Indonesia dalam inisiatif transformatif ini. Tujuan kami adalah membina ilmuwan dan insinyur AI yang melayani kemanusiaan melalui inovasi dan keunggulan yang berlandaskan iman," katanya.

