Begini Prospek saham Ritel di Tengah Daya Beli Belum Pulih, MIDI dan MAPA Pilihan Teratas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kinerja sektor ritel diprediksi tertekan hingga kuartal III-2025 dipicu pelemahan daya beli masyarakat dan tingginya aktivitas promosi. Secara keseluruhan, laba operasi sektor ritel pada sembilan bulan pertama 2025 diperkirakan turun 2,0% secara tahunan (yoy) dengan pertumbuhan laba inti hanya tipis 0,2% yoy atau sekitar 66% dari target setahun penuh.
Meski penjualan masih melemah, BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya menilai bahwa sejumlah saham ritel tetap menarik untuk dilirik. Di antaranya, saham PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dipertahankan rekomendasi beli. Sedangkan saham PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) direkomendasikan hold.
Baca Juga
Gebang Block Jadi Sumber Pertumbuhan Baru, Begini Dampaknya bagi Saham Energi Mega (ENRG)
Analis BRI Danareksa Sekuritas Christy Halim dan Sabela Nur Amalina mengatakan, Midi Utama (MIDI) menjadi salah satu emiten yang tetap menunjukkan ketahanan di tengah pelemahan daya beli masyarakat. Meski membukukan pertumbuhan penjualan toko sejenis (SSSG) negatif sebesar -4,07% pada kuartal II-2025 akibat pelemahan penjualan di wilayah Jawa, kinerja MIDI masih solid dengan pertumbuhan pendapatan hingga September 2025 diproyeksikan naik 7,4% yoy dan laba bersih diprediksi melesat 31% yoy.
Sementara itu, Mitra Adiperkasa (MAPI) dan anak usaha, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), menunjukkan performa yang beragam. MAPA mencatat penjualan Juli 2025 yang masih baik dan dorongan tambahan dari promo “buy 1 get 1” selama tiga hari di Agustus. Dengan momentum penjualan yang berlanjut hingga September, pendapatan MAPA diproyeksikan tumbuh 9,8% yoy dan laba inti naik 4,8% yoy di sampai kuartal III-2025.
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas
“Untuk MAPI, periode kuartal III biasanya menjadi musim yang lebih lemah. Pertumbuhan pendapatan diprediksi hanya 6,4% yoy dengan laba inti relatif stagnan sampai kuartal III tahun ini,” tulis riset tersebut.
Kondisi berbeda kemungkinan dicatatkan Aspirasi Hidup (ACES), pendapatan diperkirakan tumbuh 3,7% yoy, namun laba bersih berpeluang turun sebanyak 23% yoy hingga September 2025. Penurunan dipicu permintaan yang masih lemah dan efek basis tinggi pada kuartal III-2024, karena pergeseran periode “Boom Sale”. “Manajemen ACES memperkirakan penjualan kuartal IV-2025 kembali pesat atau secara historis menjadi periode terbaik perusahaan,” tulisnya.
Baca Juga
GTS Internasional (GTSI) Beli Kapal LNG Senilai US$ 24,5 Juta
Dengan sejumlah ekspektasi tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan Overweight saham sektor ritel dengan pilihan teratas saham MIDI dan MAPA. MIDI dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang tangguh di tengah kondisi makroekonomi yang menantang bersamaan ekspansi yang berkelanjutan dan target margin bersih 4% mulai tahun depan setelah divestasi Lawson.
Sementara MAPA diperkirakan tetap menjadi motor pertumbuhan bagi MAPI, dengan pertumbuhan yang lebih stabil tahun ini menjadi fondasi kuat untuk performa yang lebih baik di 2026. Adapun saham MAPA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 870, MAPI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.400, dan MIDI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 550. Sebaliknya saham ACES direkomendasikan hold dengan target harga Rp 500.
Grafik Saham

