Usai Umumkan Lompatan Laba 54%, Central Omega (DKFT) Bagikan Dividen Interim
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) menetapkan pembagian dividen tunai interim untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 25 per saham. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 30 Oktober 2025 setelah keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 13 Oktober 2025.
Manajemen DKFT dalam pengumuman resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/10/2025) mengungkap, total nilai dividen yang akan dibagikan berkisar Rp 137,84 miliar hingga Rp 140,96 miliar. Perseroan menegaskan tidak ada efek bersifat ekuitas selain saham yang bisa dikonversi menjadi saham dalam pembagian dividen ini.
Pembagian dividen tersebut didasarkan laba bersih yang dapat didistribusikan kepada entitas induk tercatat perseroan senilai Rp 442,37 miliar hingga per 30 September 2025. Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp 315,66 miliar. Total ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 1,23 triliun.
Baca Juga
Adapun jadwal pembagian dividen interim DKFT sebagai berikut, yaitu cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 23 Oktober 2025 dan cum dividen di pasar tunai pada 27 Oktober 2025. Sedangkan tanggal pembayaran dividen adalah 30 Oktober 2025.
Terkait kinerja keuangan Central Omega (DKFT) hingga ketiga III-2025 pertahankan pertumbuhan bisnis yang solid, didorong oleh tingginya permintaan pasar global terhadap nikel dan efisiensi operasional yang semakin baik. Perseroan mencatatkan produksi bijih nikel sebesar 2,07 juta ton hingga September 2025, meningkat 18% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Volume penjualan bijih nikel juga naik signifikan 31% YoY menjadi 2,29 juta ton atau mencerminkan permintaan pasar yang kuat serta peningkatan kapasitas produksi yang efektif. Kinerja operasional yang solid tersebut mendorong kenaikan pendapatan perseroan menjadi Rp 1,2 triliun, tumbuh 29,5% YoY.
Baca Juga
Sementara itu, laba bersih mencapai Rp 442,69 miliar, melonjak 54,8% dibandingkan periode sama tahun 2024. EBITDA naik tajam hingga 197,94% YoY menjadi Rp 638,09 miliar. Direktur Perseroan Feni Silviani Budiman menegaskan bahwa capaian positif pada kuartal III 2025 mencerminkan hasil nyata dari strategi perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar.
“Kami berkomitmen untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ini dan terus berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Feni melalui penjelasan resminya.

