Incar Bisnis Pengolahan Nikel, Central Omega (DKFT) Cari Investor
JAKARTA, investortrust.id – PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) menegaskan ketertarikan untuk berinvestasi industri pengolahan nikel. Hal ini merupakan kelanjutan dari informasi yang telah disampaikan dalam paparan publik perseroan pada Juni 2025.
Direktur Central Omega Resources Feni Silviani Budiman menginformasikan, minat perseroan untuk berekspansi ke sektor hilir nikel akan dilakukan dengan perencanaan yang sangat hati-hati. Perseroan akan mempertimbangkan secara cermat tingkat volatilitas industri pengolahan nikel dalam 10 tahun terakhir guna memitigasi risiko.
Baca Juga
“Mengingat besarnya investasi yang dibutuhkan untuk proyek ini, kami akan melakukan pemilihan investor dengan sangat hati-hati dan selektif,” ungkap Feni dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/6/2025).
Dia juga mengeklaim, perusahaan ingin menekankan komitmen untuk menggunakan teknologi yang ramah lingkungan dalam setiap tahapan pengolahan nikel. “Meskipun sektor industri stainless steel saat ini sedang mengalami perlambatan, kami melihat permintaan nikel untuk baterai memiliki prospek yang sangat cerah untuk masa depan industri nikel,” menurut Feni.
Perusahaan yang terbentuk pada 1995 itu mulai terjun di bidang pertambangan bijih nikel pada 2008. Kemudian pada 2011, perseroan mulai mengekspor bijih nikel ke luar negeri. Dalam waktu yang relatif singkat, Central Omega Resources sudah mampu memproduksi bijih nikel sebanyak 3 juta ton per tahun.
Tahun ini, manajemen menargetkan penjualan bijih nikel sebanyak 3,4 juta dengan komposisi 70% limonit dan 30% saprolit.
Baca Juga
Harga Nikel Tertekan di Bawah US$ 15.000 per Ton di Tengah Konflik Timur Tengah
Tambang bijih nikel perusahaan berlokasi di Sulawesi, yang merupakan salah satu sumber cadangan nikel laterite terbesar di dunia, tepatnya di Morowali, Sulawesi Tengah dan Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Guna memenuhi ketentuan Pemerintah dalam UU Minerba Nomor 4 tahun 2009, pereseroan melakukan hilirisasi produk pertambangan bijih nikelnya dengan membangun fasilitas smelter Ferronikel (FeNi) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Smelter berkapasitas 100.000 ton nickel pig iron (NPI) per tahun itu dibangun oleh PT COR Industri Indonesia, sebagai perusahaan patungan Central Omega Resources dan PT Macrilink Nickel Development.

