IHSG Dibuka Melesat 0,46%, Saham AGII hingga UANG Lanjut Terbang
JAKARTA, investortrust.id — Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/10/2025), dibuka melesat sebanyak 37,06 poin (0,46%) menjadi 8.155. Penguatan tersebut ditopang kenaikan mayoritas sektor saham.
Sektor saham dengan kenaikan lebih dari 1%, yaitu sektor material dasar dan infrastruktur. Kenaikan juga melanda saham sektor property, keuangan, konsumer primer, dan teknologi. Tiga saham dibuka dengan kenaikan paling pesat pagi ini, yaitu saham PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) melesat auto reject atas (ARA) sebanyak 24,80% menjadi Rp 1.560, PIPA melesat 23% menjadi Rp 615, UANG dibuka ARA 17,28% menjadi Rp 7.100, dan ESTA naik 17,28% menjadi Rp 190.
Baca Juga
WIFI Siap Jadi Disruptor Baru di Industri Internet, Target Harga Saham Rp 7.800
Pekan lalu, IHSG berhasil catatkan kenaikan sebanyak 18,96 poin (0,23%) menjadi 8.118,30. Kenaikan tersebut berimbas terhadap peningkatan kapitalisasi pasar (market cap) bursa menjadi Rp 15.079 triliun dengan rata-rata nilai transaksi harian Rp 25,02 triliun.
Di tengah penguatan tersebut, saham ASLI mencatatkan kenaikan paling tinggi dengan lonjakan 226% dari Rp 50 menjadi Rp163 per saham. Selain ASLI, saham KOKA mencatatkan penguatan besar sebesar 113,04% ke level Rp 392 dari Rp 184 pada pekan sebelumnya. Disusul ESTA dengan penguatan 110,39% menjadi Rp 162 dari Rp 77 per saham. Saham BEEF menguat 101,98% menjadi Rp 715 per saham, serta UANG melesat 98,16% ke level Rp 5.925.
Baca Juga
Penyumbang utama kenaikan indeks pekan lalu datang dari sejumlah saham, yaitu saham BRMS dengan kenaikan 32,87%, saham BREN naik 5,82%, saham BRPT naik 4,34%, saham MLPT menguat 14,04%, saham FILM naik 26,03%, saham PANI menguat 13,66%, dan saham EMTK naik 14,07%.
Sedangkan sektor utama penopang penguatan indeks datang dari kenaikan pesat saham sektor material dasar 5,88%, sektor konsumer primer 4,89%, sektor teknologi 4,97%, sektor property 3,76%, sektor energi 2,74%, dan sektor infrastruktur 0,41%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan dan keuangan.
