LIVE Gandeng Krakatau Niaga Dukung Program MBG, Optimistis Kejar Target Pendapatan 2025
JAKARTA, investortrust.id - PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) terus menjalankan strategi baru untuk menjaga kinerja di tengah tantangan ekonomi. Perseroan menggandeng PT Krakatau Niaga Indonesia, bagian dari Krakatau Steel Group, untuk penyediaan dan distribusi nampan food grade dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Presiden Direktur LIVE Ellies Kiswoto menyebutkan bahwa kondisi bisnis saat ini masih penuh tantangan, mulai dari penurunan daya beli kelas menengah, fluktuasi harga bahan baku, hingga dampak kebijakan perdagangan global. Namun, kemitraan strategis dengan Krakatau Niaga dinilai mampu membuka peluang baru bagi perseroan untuk memperluas pasar.
Baca Juga
Homeco Living (LIVE) Tetap Optimtis Laba bisa Tembus Rp 40 Miliar
“Kerja sama ini merupakan bagian dari strategi kami unutk meningkatkan penjualan melalui diversifikasi produk dan perluasan kerja sama B2B, baik dengan swasta maupun lembaga pemerintah,” ujar Ellies dalam public exposes daring, Senin (29/09/2025).
Selain mendukung program MBG, LIVE juga menegaskan komitmen pada pengembangan produk berkualitas tinggi serta inovasi berkelanjutan yang ramah lingkungan. “Isu keberlanjutan menjadi tren penting dalam beberapa tahun terakhir, dan kami berusaha selalu selaras dengan itu,” tambahnya.
Per 30 Juni 2025, LIVE telah mencatat pencapaian 42,7% dari target pendapatan Rp 363,9 miliar di akhir tahun. Perseroan tetap optimistis target tercapai meski menghadapi tekanan dari meningkatnya cost of goods sold (COGS) dan beban bunga yang menekan laba semester I.
Baca Juga
Perjanjian Dagang IEU-CEPA dan ICA-CEPA Jadi Momentum Penguatan Ekspor Indonesia
Ellies menekankan strategi promosi berupa diskon sempat menekan margin, namun langkah tersebut diperlukan untuk mendorong penjualan dan mempercepat perputaran persediaan. “Kami berusaha menyeimbangkan pertumbuhan penjualan dengan efisiensi operasional,” jelasnya.
Sebaliknya saham LIVE mengalami penurunan dalam lebih dari 39,70% menjadi Rp 199 dalam lima hari terakhir.

