Apresiasi Pejuang Kesehatan, PT IIM Berangkatkan 90 Jemaah Umrah lewat Program Reksa Dana Haji Syariah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Insight Investments Management (IIM) melalui program Reksa Dana Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund) kembali memberangkatkan 90 jemaah umrah ke Tanah Suci, Selasa (23/9/2025). Dari jumlah tersebut, tiga kader dan dua Patient Suporter (PS) dari PR Konsorsium Penabulu–Stop TB Partnership Indonesia (STPI) turut serta.
Para kader ini berasal dari Jakarta Timur, Tangerang, Malang, Palembang, hingga Medan, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC).
IIM menyebutkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam penanganan TBC. Data Kementerian Kesehatan 2024 menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi kedua di dunia. Kondisi ini menuntut peran aktif kader yang sehari-hari bersinggungan dengan pasien serta lingkungan berisiko tinggi.
Baca Juga
Integrasikan Investasi dengan CSR, Insight Investments Salurkan Hasil I-GOLF untuk Atlet Junior
Komisaris Independen IIM, M. Yani, menegaskan komitmen perseroan untuk mendukung para kader tersebut. “Mereka bekerja di lapangan dengan risiko tinggi, namun tetap setia mendampingi pasien dan mengedukasi masyarakat. Melalui Reksa Dana I-Hajj Syariah Fund, kami ingin menyampaikan apresiasi nyata sekaligus memberi kesempatan mereka menunaikan ibadah umrah,” ujarnya melalui penjelasan resminya diterima Investortrust di Jakarta, Senin (29/9/2025).
Yani menambahkan, program ini digelar berkelanjutan sebagai bentuk penghargaan kepada individu yang berperan aktif membantu sesama meski menghadapi keterbatasan ekonomi. Sementara itu, Direktur Eksekutif STPI, dr. Henry Diatmo M.KM, menyebut jumlah kasus TBC jauh lebih besar dibandingkan jumlah kader kesehatan yang ada, padahal peran mereka sangat strategis dalam edukasi, pendampingan pasien, hingga memastikan akses pengobatan.
“Karena itu keberadaan kader harus terus diperkuat, baik melalui peningkatan kapasitas, dukungan lintas sektor, maupun apresiasi yang layak,” jelas Henry. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para investor Reksa Dana I-Hajj Syariah Fund yang ikut mendukung perjuangan eliminasi TBC di Indonesia.
Baca Juga
Selaraskan Kinerja Produk dan Sosial Berkelanjutan, Insight Investments Diganjar Dua Penghargaan
Salah satu jemaah yang ikut berangkat, Anil Dawan, merupakan penyintas TBC Resisten Obat (RO) yang kini aktif sebagai pendamping pasien. Setelah menjalani pengobatan selama 20 bulan, ia memilih mendedikasikan diri untuk memastikan pasien tidak putus pengobatan. “Saya sangat merasakan bagaimana rasanya menjadi pasien TBC RO, karena itu saya ingin terus mendampingi dan memberi support kepada pasien,” ujarnya.
Selain menjadi PS di Komunitas Masyarakat Sehat Sriwijaya (MSS) Sumatera Selatan, Anil juga aktif sebagai kader kesehatan dan relawan hotline. “Karena saya penyintas, saya paham betul kehilangan mental akibat penyakit ini. Maka saya ingin membantu pasien tetap percaya diri untuk sembuh,” tambahnya.
Sejak pertama kali digelar tahun 2005 hingga September 2025, program Reksa Dana I-Hajj Syariah Fund telah memberangkatkan lebih dari 1.000 jemaah dari berbagai latar belakang, termasuk individu dengan disabilitas netra dan tuli. Dana program berasal dari penyisihan infaq Reksa Dana Insight Haji Syariah, yang dikelola secara inklusif dan transparan.
“Selama lebih dari dua dekade, kami konsisten mendukung masyarakat yang kurang mampu namun memiliki kontribusi sosial signifikan. Program ini menjadi bukti nyata apresiasi atas ketulusan dan pengorbanan mereka,” tutup Yani.

