BEI Suspensi 5 Saham Ini, Ada FUTR hingga MEJA
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) lima saham mulai sesi I, Jumat (25/9/2025). Suspensi dilakukan setelah terjadi lompatan harga kelima saham tersebut dalam sebulan terakhir.
Lima saham tersebut terdiri atas saham PT Futura Energi Global Tbk (FUTR), PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA), PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), dan PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) beserta Waran Seri I (MEJA-W).
Baca Juga
Transformasi ke Emas Jadi Katalis Utama Saham INDY, Intip Target Harganya
Sebagaimana diketahui saham GPSO telah melonjak lebih dari 182% menjadi Rp dalam sebulan terakhir. Lompatan tersebut menjadikan saham ini terkena suspense kedua dalam sepekan terakhir.
Lompatan harga dalam sebulan terakhir juga dicatatkan saham FUTR sebanyak 171,74% menjadi Rp 500, RISE melesat 163% menjadi Rp 2.780, MEJA menguat lebih dari 155% menjadi Rp 148, dan GTRA telah melesat lebih dari 134% menjadi Rp 330 dalam sebulan terakhir.
Sebaliknya, BEI resmi membuka kembali perdagangan (unsuspend) saham PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP), PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE), dan PT Logisticsplus International Tbk (LOPI), mulai hari ini. Saham LOPI akan dibuka papan pemantauan khusus dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Baca Juga
Wall Street Melemah Tiga Hari Beruntun, Dow Tergerus Lebih dari 400 Poin
Sedangkan dua saham yang dikeluarkan dari PPK mulai sesi I hari ini adalah saham PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) dan PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO). Sebagaimana diketahui, kedua saham ini sempat menghuni PPK dipicu atas terekana suspense lebih dari satu hari perdagangan.
Kemarin, transaksi saham PUDP, SMLE, dan BLTZ dihentikan sementara setelah terjadi lompatan harga dalam sebulan terakhir. Berdasarkan data BEI, saham PUDP telah melesat lebih dari 111% menjadi Rp 466 dalam sebulan terakhir, saham SMLE juga telah melambung lebih dari 100% menjadi Rp 314, dan saham BLTZ telah menguat lebih dari 83% menjadi Rp 3.300. Begitu juga dengan saham LOPI yang ditransaksikan di papan akselerasi telah melambung lebih dari 103% menjadi Rp 118 sebelum terkena suspense sejak 22 September 2025.
Grafik Saham

