Harga Saham POLU Meroket, Manajemen Ungkap Rencana Ekspansi Ini
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Golden Flower Tbk (POLU) catatkan lomptan dalam dua pekan sebanyak 154,8% menjadi Rp 15.925 hingga akhirnya terkena penghentian sementara atau suspend perdagangan sejak Jumat (12/9/2025).
Kenaikan tersebut terjadi dalam kurun enam hari perdagangan, yakni Rabu (3/9/2025) hingga Kamis (11/9/2025) dengan kenaikan Rp 9.675 poin, mengantarkan harga saham POLU ke level Rp 15.925. Manajemen pun memberi tanggapan atas permintaan penjelasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait penyebab lonjakan harga saham tersebut.
Baca Juga
Direktur Utama Golden Flower Harry A Sutopo mengaku, tidak ada rencana atau aktivitas divestasi, gadai saham (repo), maupun aksi korporasi dalam enam bulan ke depan. Manajemen juga menjawab bahwa tidak ada pihak afiliasi maupun pemegang saham tertentu, yang aktif melakukan transaksi pembelian atau penjualan saham perseroan.
“Perseroan memandang tidak ada faktor-faktor yang menjadi sentimen terkait peningkatan harga saham Perseroan dalam 1 tahun terakhir,” sambung Harry dalam surat keterangan yang dipublikasi pada Senin (22/9/2025).
Namun saat ditanya tentang rencana ekspansi, manajemen menjawab bahwa perseroan sedang berupaya untuk memperluas penjualan di pasar Eropa dan Asia Pasifik. Kemudian untuk kerja sama strategis, saat ini perseroan masih melakukan pembicaraan dengan beberapa pihak hotel operator terkait operasional apartemen.
Baca Juga
Saham Konglomerasi Prajogo Pangestu Menguat, Analis Ingatkan Potensi Overbought
Pertengahan tahun ini, perseroan telah mendapatkan persetujuan atas pembelian 118 unit ruang apartemen dari PT Pollux Aditama Kencana (PAK) senilai Rp 68,47 miliar. Aset ini dibeli menggunakan kas internal perusahaan dan fasilitas perbankan.
“Perseroan berencana bekerja sama dengan hotel operator untuk mengelola operasional apartemen tersebut sehingga dapat memperoleh passive income,” jelas Harry.
Namun terkait diversifikasi usaha, Harry mengaku bahwa pihaknya belum memiliki rencana diversifikasi usaha baru. Sebagai informasi, emiten dengan kapitalisasi pasar Rp 11,94 triliun ini bergerak di bisnis pakaian dan barang mewah.

