Transaksi Tujuh Saham Ini Disuspensi, Ada KJEN hingga TEBE
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan tujuh saham mulai sesi I, Senin (22/9/2025), dipicu atas lompatan harga dalam beberapa pekan terakhir. Satu saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) disuspensi untuk kedua kalinya dalam sepekan terakhir.
Tujuh saham tersebut terdiri atas saham PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA), PT Logisticsplus International Tbk (LOPI), PT Tanah Laut Tbk (INDX), PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI), PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE), dan KJEN.
Baca Juga
Mitratel (MTEL) Dapat Restu Buyback, Sahamnya Diprediksi makin Atraktif
Penghentian sementara saham tersebut dipicu atas lompatan harga ketujuh saham emiten tersebut dalam beberapa hari terakhir. Di antaranya, saham KJEN telah melesat sebanyak 194% menjadi Rp 330 dalam sebulan terakhir, TEBE naik 113% menjadi Rp 2.260, dan INDX melesat lebih dari 147% menjadi Rp 228.
Begitu juga dengan saham LOPI menguat lebih dari 103% menjadi Rp 118, LIVE telah melambung lebih dari 80% menjadi Rp 330, IDEA melesat lebih dari 73% menjadi Rp 163, dan FUJI menguat lebih dari Rp 73% menjadi Rp 735.
Selain unsuspensi perdagangan tujuh saham, BEI membuka kembali perdagangan empat saham mulai sesi I, hari ini. Satu dari empat saham tersebut akan ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Baca Juga
Empat saham tersebut terdiri atas saham PT Dwi Agung Laksana Tbk (DWGL), PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE), PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY), dan PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) yang ditransaksikan di PPK. Sebelumnya saham BLUE, DWGL, dan CLAY dihentikan sementara pada perdagangan akhir pekan lalu dipicu atas lompatan harga dalam sebulan terakhir.
Saham DWGL melesat lebih dari 118,92% menjadi Rp 486, Saham BLUE menguat 94,62% menjadi Rp 615, dan CLAY naik 79,71% naik menjadi Rp 2.480. Begitu juga dengan saham PIPA telah mengalami penguatan lebih dari 170% menjadi Rp 216 dalam sebulan terakhir atau sebelum terkena suspense pada 10 September 2025.
Grafik 7 Saham

