BEI Unsuspensi Saham MPXL, LOPI, dan KJEN, Sebaliknya Saham Ini Disuspensi jelang Diakuisisi
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali (unsuspensi) perdagangan tiga saham mulai sesi I, Jumat (19/9/2025). Sebaliknya transaksi saham PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) dihentikan sementara (suspense).
Ketiga saham tersebut adalah PT MPX Logistics International Tbk (MPXL), PT Logisticsplus International Tbk (LOPI), dan PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN). Ketiga saham tersebut kemarin dihentikan transaksinya dipicu lompatan harga dalam sebulan terakhir.
Baca Juga
Didukung Sejumlah Faktor Ini, Kinerja Keuangan dan Harga Saham Timah (TINS) Bisa Melonjak
Berdasarkan data saham KJEN telah melambung lebih dari 141% menjadi Rp 270 dalam sebulan terakhir. Begitu juga dengan saham MPXL telah melesat lebih dari 96% menjadi Rp 210. Sedangkan saham LOPI sudah melesat lebih dari 86% menjadi Rp 108 dalam sebulan terakhir.
Khusus LOPI dalam keterbukaan informasi kemarinya menyebutkan telah mengakuisisi sebanyak 70% saham PT Wibowo Manajemen Indonesia (WMI). Akuisisi ini bagian dari langkah strategis LOPI ekspansi ke sektor jasa pengerahan tenaga kerja, khususnya untuk mendukung kebutuhan logistik dan transportasi publik di Indonesia. Transaksi ini bertujuan untuk pengembangan outsourcing di industry logistic.
Baca Juga
Terkait suspensi saham KOKA dipicu atas pelanggaran komitmen pengendali untuk mempertahankan pengendalian sahamnya sebagaimana dijanjikan dalam prospektus IPO saham pada 2023. Penghentian juga dipengaruhi rencana akuisisi saham KOKA oleh Ningho Lixing Enterprise Management Co Ltd. Adapun harga saham KOKA telah menguat lebih dari 38% menjadi Rp 137 dalam sebulan terakhir.
Ningbo Lixing sebelumnya telah menandatangani rencana akuisisi sebanyak 63,5% saham KOKA dan menjadikkannya sebagai pengendali baru usai transaksi tersebut. Saat ini, pengendali saham KOKA masih dipegang Gao Jing sebanyak 42,75% dan affilias Gao Jinfeng sebanyak 5,4%. Saham KOKA juga dimiliki PT Kreatif Konstruksi 24,75% dan Fathi sebanyak 6,74%.
Grafik Saham

