The Fed Diproyeksi Pangkas Suku Bunga, Pasar Kripto Waspadai 'Sell The News'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pasar kripto memasuki pekan penting dengan fokus pada keputusan bank sentral, terutama rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat pada Kamis (18/9/2025) pukul 01:00 WIB.
“Secara teknikal, BTC (Bitcoin) berpotensi lanjut reli menuju resistance US$ 120.000 jika mampu bertahan di atas support US$ 116.000,” ujar Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, Rabu (17/9/2025).
Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed didukung oleh melemahnya data tenaga kerja AS. Namun, JPMorgan memberi peringatan risiko ‘sell the news’ di mana pasar bisa terkoreksi usai pengumuman.
Baca Juga
Selain Emas, Kripto Juga Jadi Investasi Favorit Orang Kaya di Indonesia
Oleh karena itu, pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, akan diawasi ketat untuk menentukan arah likuiditas global. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar menilai probabilitas 96% The Fed memangkas 25 bps ke kisaran 4,00%-4,25%.
Selama lima pertemuan terakhir, The Fed menahan suku bunga di level 4,25%-4,50% sambil menekankan keputusan akan berbasis data, terutama inflasi yang masih di atas target 2%.
Di sisi lain, AS dan Inggris mempercepat kerja sama regulasi kripto dengan fokus stablecoin. Kesepakatan dicapai setelah pertemuan di London bersama pelaku industri besar seperti Coinbase dan Circle. “Langkah ini disambut baik asosiasi kripto Inggris yang sejak lama mendesak regulasi proaktif aset digital,” jelas Panji.
Baca Juga
Usai Tembus Rekor 8.025, IHSG Kejar Level 8.102 dengan Saham Pilihan Berikut
CNBC juga melaporkan eksekutif kripto, termasuk Michael Saylor, bertemu di Capitol Hill membahas Strategic Bitcoin Reserve Bill. RUU ini mendukung perintah eksekutif Presiden AS Trump untuk menetapkan cadangan BTC nasional.
RUU tersebut mengusulkan akuisisi hingga 1 juta BTC dalam lima tahun, dibiayai dengan revaluasi sertifikat emas.
Hari ini, Ajaib Kripto memprediksi Bitcoin bergerak di kisaran US$ 114.500 – US$ 118.000, sementara Ethereum di US$ 4.300 – US$ 4.600. Dalam 24 jam terakhir, BTC naik 1,3% ke US$ 116.600 atau Rp 1,91 miliar. “Dominasi BTC berada di level 58,22% dengan kapitalisasi pasar kripto naik 1,3% ke US$ 3,99 triliun,” tambah Panji.
Baca Juga
Sementara itu, aliran dana ETF kripto tetap kuat. Pada Senin (15/9/2025), ETF Bitcoin mencatat arus masuk US$ 260,02 juta, sedangkan ETF Ethereum lebih besar dengan US$ 359,73 juta. “Data ini menunjukkan minat institusi terhadap aset digital utama masih solid,” tutup Panji.
The Fed diprediksi memangkas suku bunga 25 bps dengan probabilitas 96%. Pasar kripto waspada aksi ‘sell the news’, sementara Bitcoin menguji resistance US$120.000 dan ETF kripto catat arus masuk besar.

